Langsung ke konten utama

Postingan

CHALLENGE #10, LEVEL #7, BINTANG KELUARGA: "SEKOLAH KE MESIR"

Pada hari kesepuluh tantangan 10 hari kelas Bunda Sayang, level 7 ini, saya mengamati kegiatan Mush’ab, putra sulung saya yang sangat berbinar dan senang hati ketika saya tawarkan lulus SMP tahun depan sekolah ke Mesir. Ceritanya, adil laki-laki saya dan keluarganya pulang ke rumah bapak dan ibu kami yang rumahnya tidak jauh dari rumah saya untuk lebaran Idul Adha di sini. Saya pun menemuinya dan ngobrol paniang lebar. Adik menyampaiakan program beasiswa ke Mesir untuk anak-anak semua tingkatan. Adik pun menawarkan Mush’ab untuk sekolah ke Mesir setelah lulus SMP tahun depan in syaa Allah. Saat Mush’ab datang menemui kami, saya sampaikan taearan tersebut. Dan ternyata Mush’ab sangat senang hati dan menjawab bagaimana ummi saja. Saya pun menyampaikan cara keberangkatannya dan saya sampaikan Mush’ab bisa mengajak juga teman-teman dekatnya. Akhirnya via mesenger facebook, Mush’ab mengajak teman dekatnya, dan juga sangat berminat dengan tawaran tersebut. Saya tidak lupa memotivasi Mush...

CHALLENGE #9, LEVEL #7, BINTANG KELUARGA: "KEGIATAN BERENANG"

Pada hari kesembilan tantangan 10 hari kelas Bunda Sayang, level 7 ini, saya mengamati kegiatan Shafa, putri bungsu saya yang sangat senang ketika besok akan ada kegiatan berenang di sekolah TK-nya. Informasi ini sudah didapatnya sejak hari Senin dari ibu gurunya, bahkan ada surat untuk orangtua yang memberitahukan tentang rencana kegiatan berenang ini. Saking senangnya sejak Senin sore, Shafa meminta saya membelikan bekal kue yang akan dibawa ke tempat berenang, hingga beberapa kali. Saya pun berulang menyampaikan membeli bekalnya in syaa Allah Selasa malam saja, sehari sebelum kegiatan berenang dilaksanakan. Akhirnya Shafa pun setuju. Kegiatan berenang memang kegiatan yang paling disukai dua putri saya selama ini. Biasanya kami rutin membawa anak-anak berenang. Ayahnyq yang sering mengantarkan, kadang-kadang saya yang mengantar jika ayahnya tidak ada di rumah. Berenang merupakan kegiatan olahraga air yang sangat banyak manfaatnya buat si kecil. So, sudah seharusnya setiap kelu...

CHALLENGE #8, LEVEL #7, BINTANG KELUARGA: "INGIN SEPERTI UMMI"

Pada hari kedelapan tantangan 10 hari kelas Bunda Sayang, level 7 ini, saya mengamati kegiatan Zahwa, putri ketiga saya di sore hari selesai mandi sore. Zahwa menyiapkan seluruh perlengkapan untuk sekolahnya besok, dari mulai tas, buku, termasuk seragam yang akan dipakainya besok. Seragam batik hijau kemudian ia setrika dan ia lipat untuk dipakai besok, termasuk kerudungnya. Zahwa paling senang melakukan pekerjaan rumah, bahkan ia pernah menjawab ketika saya bertanya cita-citanya kalau sudah besar ingin jadi apa, Zahwa menjawab ingin menjadi seperti ummi, jadi ibu. Masya Allah… bagi saya itu adalah cita-cita sangat mulia, ibu sebagai pendidik pertama dan utama, pencetak generasi mulia. Semoga tercapai cita-citamu, bintang kecilku. Aamiin. Bumi Salamodin Agustus 2017 #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunSayIIP #BintangKeluarga

CHALLENGE #7, LEVEL #7, BINTANG KELUARGA: "MEWARNAI GAMBAR"

Pada hari ketujuh tantangan 10 hari kelas Bunda Sayang, level 7 ini, saya mengamati kegiatan Shafa, putri bungsu saya di malam hari sepulang dari rumah sepupunya. Ia langsung mengambil pinsil warna dan buku mewarnai yang di dalamnya berisi gambar-gambar untuk diwarnai. Shafa begitu senang mewarnai dan hampir setiap hari kegiatan ini dilakukannya. Walhasil, hasil mewarnainya terlihat rapi dan bagus. Bahkan Shafa pun senang menggambar sendiri kemudian ia mewarnainya. Buku paket pelajaran membaca di sekolah pun tak luput ia warnai gambar-gambar yang ada di dalamnya. Semoga kegiatan mewarnai ini menjadi kesukaan sendiri bagi Shafa yang menjadikannya bintang. Bumi Salamodin Agustus 2017 #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunSayIIP #BintangKeluarga

CHALLENGE #6, LEVEL #7: BINTANG KELUARGA: "BERMAIN SEPEDA"

Pada hari keenam tantangan 10 hari kelas Bunda Sayang, level 7 ini, saya mengamati kegiatan Sa’ad, Zahwa dan Shafa di sore hari sepulang sekolah. Ketiganya sangat senang ketika ada teman yang datang ke rumah mengajaknya bermain. Permainan yang Sa’ad senangi adalah bermain sepeda keliling lingkungan rempat tinggal dan bermain bola di lapangan SMK yang ada dekat tinggal kami. Pulang menjelang maghrib, Sa’ad dalam kondisi berkeringat dan wajahnya agak coklat terkena panas matahari. Padahal kulit Sa’ad aslinya berwarna putih. Meskipun demikian, mengamati Sa’ad dalam kondisi tersebut, saya sangat senang dan ia menjadi bintang di hati saya. Adapun Zahwa dan Shafa, keduanyan sangat senang bermain sepeda keliling lingkungan tempat tinggal, juga bermain anak-anak perempuan, seperti masak-masakan, boneka-bonekaan dan sebagainya. Mereka di sore harinlebihbbanyak menghabiskan waktu bermain di luar rumah bersama teman-temannya yang juga keponakan saya. Bagi saya, hal ini adalah penting untuk aj...

CHALLENGE #5, LEVEL #7, BINTANG KELUARGA: "SUKSES DI BIDANG EKSAKTA"

Pada hari kelima tantangan 10 hari kelas Bunda Sayang, level 7 ini, saya mengamati kegiatan putra pertama (Mush’ab) pada siang hari sepulang sekolah. Sejak awal semester ini, ia mengikuti kegiatan privat persiapan ujian nasional tingkat SMP tiap hari Selasa dan Kamis dengan salah seorang gurunya. Sebagaimana hari Selasa ini, Mush’ab sepulang sekolah, mengganti bajunya, makan siang dan langsung dengan bersemangat pergi ke tempat privatnya. Pelajaran yang dikaji di tempat privatnya adalah matematika dan IPA,dua pelajaran yang ia suka selama ini. Pulang privat sore hari, Mush’ab membawa pulang sebuah hasil tes aptitude/IQ yang menunjukkan Mush’ab 63% kemungkinan sukses di bidang studi eksakta dan 37% sukses di bidang studi non eksakta. Dan hasil ini sesuai dengan fakta prestasi Mush’ab di sekolah selama ini yang lebih menyenangi eksakta dibanding non eksakta. Dan saya akan mendorong dan mendukung Mush’ab untuk sukses dan berprestasi di bidang yang ia kuasai dan senangi. Semoga kau men...

CHALLENGE #4, LEVEL #7, BINTANG KELUARGA: "MEMPERBAIKI KIPAS ANGIN"

Pada hari keempat tantangan 10 hari kelas Bunda Sayang, level 7 ini, saya mengamati kegiatan putra kedua (Sa’ad) pada malam hari menjelang tidur. Sudah lebih lima hari kipas angin anak-anak rusak. Memang sebelumnya sudah beberapa kali rusak dan diperbaiki langsung oleh Uwanya anak-anak ataupun oleh Sa’ad. Kerusakan kipas angin kali ini lumayan agak parah. Sebelumnya kalau diperbaiki Sa’ad, kipas langsung menyala kembali. Namun kali ini, meskipun dua hari sebelumnya sudah berusaha diperbaiki Sa’ad, namun kipas belum bisa menyala. Karena keinginan kuat memanfaatkan kipas angin ini, maklum lagi musim kemarau, suhu udara terasa panas, Sa’ad berusaha memperbaiki kembali kipas angin tersbut. Ia pun mulai membongkar kipas tersebut. Dibantu obeng dan beberapa alat lain, ia pun mengotak-atik bagian dalam kipas tersebut, termasuk bagian kabelnya. Namun meski sudah berjalan agak lama, ia memperbaiki kipas, ternyata belum juga kipas dapat menyala. Meskipun demikian, keseriusan dan usaha Sa’ad ...