Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Meningkatkan Kecerdasan Anak

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...

CHALLENGE #17, LEVEL #3; BELAJAR MENSYUKURI NIKMAT

Family projetc hari ini adalah BELAJAR MENSYUKURI NIKMAT. Hal ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya prestasi belajar Zahwa di UTS semester genap ini. Alhamdulillah Zahwa mendapat peringkat 1 di raport sementara yang dibagikan tadi pagi. Untuk mengapresiasi prestasi belajar Zahwa ini dan dalam rangka mensyukuri nikmat yang kami terima, maka sang ayah memberi tawaran kepada Zahwa untuk meminta hadiah. Namun hadiah Zahwa ini haruslah bisa dibagi dan dinikmati oleh semua anggota keluarga kami. Dari berbagai pilihan hadiah yang ada, maka Zahwa pun meminta hadiah berupa ayam penyet untuk bisa dimakan bersama sebagai menu untuk makan malam kali ini. Dan sang ayah pun setuju. Tiga putra-putri kami yang lain pun senang dan setuju dengan pilihan itu. Akhirnya ditemani putri bungsu, Shafa, sang ayah pergi untuk membeli ayam penyet. Tidak berapa lama, datang sang ayah dan Shafa membawa pesanan makanan. Ternyata bukan hanya ayam.penyet, namun juga tahu penyet, capcay dan sayuran lainnya. Alham...

CHALLENGE #16, LEVEL #3; BERLATIH MEMANAH

Family project hari ini adalah musyawarah keluarga untuk membangun komunikasi produktif dengan keempat putra-putri saya. Musyawarah kali ini bertujuan untuk membangun komitmen putra-putri saya, khususnya Mush’ab, Sa’ad dan Zahwa untuk BERLATIH MEMANAH. Rencana ini sebenarnya sudah hampir setahun lalu tercetus, namun tertunda dengan adanya berbagai faktor. Diantaranya, sarana berlatih memanah yang kami temukan di daerah kami saat itu adalah berlatih memanah yang disiapkan untuk berbagai kejuaraan nasional, semacam PORDA maupun PON. So, latihannya membutuhkan keseriusan dan komitmen yang tinggi. Saat itu, saya meminta keseriusan dan komitmen kedua putra saya akan hal ini, namun ternyata mereka saya nilai belum siap. Ini saya nilai dari latihan karate yang telah mereka ikuti sebelumnya, ternyata tidak bertahan lama. Dengan berbagai alasan yang dikemukakan, mereka berhenti latihan karate sejak enam bulan lalu. Sayabtidak ingin hal ini terjadi pula pada latihan memanah. Maka saya putuskan,...

CHALLENGE #15, LEVEL 3; BELAJAR MENJAHIT

Family project hari ini adalah BELAJAR MENJAHIT. Kegiatan malam ini dilatarbelakangi oleh sobeknya beberapa bagian pembungkus bantal anak-anak sehingga menyebabkan dacron di dalam bantal bisa berhburan keluar jika sobekan tersebut dibiarkan. Saya mengajak kedua putra saya, Mush’ab dan Sa’ad untuk memperbaiki bagian pembungkus bantal yang sobek tersebut. Dua pitri saya, Zahwa dan Shafa sudah tertidur kecapaian. Maklum seharian keduanya aktif bermain tanpa tidur siang. Saya memgawali memperbaiki sobekan salah satu bagian pembungkus bantal dengan menjahitnya sehingga menyatu kembali. Sa’ad mengikuti jejak saya. Ia mulai dengan memasukkan benang ke lubang jarum dan berhasil. Selanjutnya saya mencontohkan memasukkan jarum yang sudah dihubungkan ke benang ke bagian sobekan lalu mencontohkan bagaimana menjahitnya. Selanjutnya saya menyerahkan ke Sa’ad untuk melanjutkan menjahit bagian pembungkus bantal yang sobek lainnya. Alhamdulillah Sa’ad bisa menjahitnya dan terakhir saya mencontohkan...

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #13, LEVEL #3; TA'LIM AL-QURAN KELUARGA

Family project hari ini adalah meneguhkan komitmen TA’LIM AL-QURAN KELUARGA. Family project ini sudah berjalan selama tiga bulan, tepatnya dimulai awal Januari 2017. Sebuah proyek keluarga untuk meningkatkan kemampuan memahami ilmu Al-Quran, yang terdiri dari tahsin, tahfizh dan tajwid dengan mengundang ustadz/guru private ke rumah. Alhamdulillah selama tiga bulan family project keluarga ini bisa dilaksanakan sebanyak 11-12 kali setiap bulan. Ustadz pengajar menyediakan waktu tiga kali seminggu untuk mengajarkan ilmu al-Quran kepada kami sekeluarga. Sayangnya selama tiga bulan belajar ilmu al-Quran ini masih muncul tantangan-tantangan yang datang dari internal keluarga kami. Di antaranya, kesadaran yang masih lemah di hati dan pikiran putra-putri saya untuk belajar ilmu al-Quran ini, sehingga harus selalu dimotivasi dan digerakkan terus untuk ikut. Selain itu, adab belajar yang belum dipatuhi putra-putri saya, sehingga mereka sering ribut dan mengganggu yang lainnya saat belajar. T...

CHALLENGE #12, LEVEL #3; MERAPIKAN BUFET BUKU

Family project hari ini adalah MERAPIKAN BUFET BUKU. Pasalnya, buku-buku di dalam bufet buku sudah mulai berantakan dan dipenuhi dengan berbagai barang lain selain buku di bufet tersebut. Kalau kegiatan family project hari kemarin merapikan rumah secara umum, termasuk di dalamnya memindahkan buku Zahwa dan Shafa ke bufet buku, maka kegiatan family project hari ini khusus merapikan bufet buku. Saya mengawali merapikan bufet buku tersebut dari bagian atas ke bawah, mengklasifikasikan kembali buku-buku di tempatnya, serta memindahkan barang-baang selain buku ke tempat masing-masing. Wah banyak sekali barang yang diletakkan sembarangan di bufet tersebut sehingga mengurangi estetika bufet buku tersebut. Putri bungsuku, Shafa merapikan buku-buku di bagian bufet yang diisi buku-buku Zahwa dan Shafa. Shafa sangat rapi dan telaten. Ia mengklasifikasikan buku miliknya dan milik Zahwa, lalu menempatkannya di bagian masing-masing. Adapun Zahwa dan Sa’ad saat itu menemani dua putra sahabat...

CHALLENGE #11, LEVEL #3; MERAPIHKAN RUMAH & HALQAH SANG BUAH HATI

Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan family project yang ke-11. Ada dua kegiatan yang kami sepakati dilaksanakan di sore hari Ahad ini, yakni kerja bakti MERAPIHKAN RUMAH dan HALQAH SANG BUAH HATI. Family project yang pertama berupa kerja bakti merapihkan rumah kami laksanakan sore hari sekitar jam 17. Pagi harinya saya dan suami ada agenda pengajian sehingga baru pulang ke rumah siang hari, dilanjutkan istirahat sampai ashar. Untuk kerja bakti mwrapihkan rumah ini, saya memberikan kepada putra-putri saya pilihan tentang jenis kegiatan merapihkan rumah apa yang ingin dilakukan. Ternyata putra pertama saya, Mush’ab, memilih untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. Adapun Zahwa dan Sa’ad memilih untuk merapihkan bufet buku dan memindahkan buku pelajaran Zahwa dari lemari di dalam kamar depan ke bufer buku di ruang tengah. Adapun saya sendiri melipat baju-baju hasil dijemur, mencuci baju kotor, menyetrika baju yang akan dipakai besok, juga menjemur pakaian. Si bungsu Shafa suda...

CHALLENGE #10, LEVEL #3; BELAJAR MENYETIR MOBIL (Part 2)

Alhamdulillah sampai di hari ke sepuluh tantangan melatih kecerdasan anak di Kelas Bunda Sayang IIP. Di hari ke sepuluh ini, family project yang kami sepakati adalah melanjutkan BELAJAR MENYETIR MOBIL. Hari ini saya dan suami membuat kesepakatan untuk belajar bergantian sebelum dhuhur. Seperti sebelumnya, kami meminjam mobil kijang putih Bapak yang sudah tua untuk belajar mobil. Adik laki-laki saya tidak menyarankan menggunakan mobil kami yang relatif masih bagus untuk dipakai latihan menyetir mobil ini karena beresiko. Bapak pun berpikir demikian. Akhirnya saya dan suami bisa melaksanakan latihan menyetir mobil sekitar jam 14 dibimbing kakak sepupu sekaligus kakak ipar saya. Kedua putri saya, Zahwa dan Shafa turut serta mendampingi di dalam mobil saat latihan menyetir mobil ini. Demikian pula dua keponakan saya. Kami sepakat latihan menyetir mobil di jalan baru arah Baribis-Panyingkiran yang relatif masih sepi. Untuk tahap awal suami yang berlatih menyetir mobil. Entah kenapa, saa...

CHALLENGE #9, LEVEL #3; MEMBUAT PUDING SUSU SANTAN

Family project hari ini adalah MEMBUAT PUDING SUSU SANTAN. Ide ini datang dari putra ketigaku, Sa’ad, beberapa hari yang lalu. Ba’da maghrib ini saya mulai aktivitas memasak semur telur dan tempe sebagaimana janji malam sebelumnya kepada keempat putra-putriku untuk lauk.makan malam. Sa’ad, Zahwa dan Shafa membantu mengelupasi kulit telur yang sudah direbus. Selain itu, Zahwa membantu menghaluskan bumbu semur telur dan tempe, lalu memasaknya hingga matang. Shafa turut melihat proses pembuatan semur telur dan penasaran ingin ikut mengaduk-aduk semur telur dan tempe yang sedang dimasak di dalam wajan. Alhamdulillah dengan bantuan putra-putriku, proses pembuatan semur telur dan tempe menjadi lebih cepat selesai. Kami sekeluarga pun bisa mencicipinya sebagai lauk makan malam. Selama proses pembuatan semur telur dan tempe, proses pembuatan puding susu santan pun dilakukan. Sa’ad yang memimpin proses pembuatan puding susu santan tersebut dibantu Zahwa dan Shafa. Adapun saya lebih fokus pa...

CHALLENGE #8, LEVEL #3; BELAJAR MENYETIR MOBIL & MEMBUAT CELENGAN

Alhamdulillah telah sampai di hari ke delapan tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional. Hari ini ada dua kegiatan family project yang kami jalankan, yakni BELAJAR MENYETIR MOBIL & MEMBUAT CELENGAN. Kegiatan family project yang perrama, yakni belajar menyetir mobil memang tidak langsung melibatkan kami sekeluarga. Pada tahap awal ini kami menargetkan saya dan suami yang belajar menyetir mobil. Alhamdulillah, suami saat ini sedang ada di rumah, pulang dari Rembang, Jawa Tengah beberapa hari yang lalu. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk belajar menyetir mobil setelah lama terputus, lebih setahun lalu.  Meskipun hanya kami berdua yang belajar menyetir mobil ini, namun manfaat dari family project ini justru untuk kepentingan kami sekeluarga, termasuk di dalamnya kepentingan keempat putra-putri saya. Khususnya saat kami harus pergi bersama sekeluarga dengan membawa kendaraan mobil pribadi. Tentunya lebih memudahkan saat saya ataupun suami yang menye...

CHALLENGE #7, LEVEL #3; MEMASAK SEMUR TELUR

Family project hari ini adalah MEMASAK SEMUR TELUR. Ide ini datang dari putra ketigaku, Sa’ad, tatkala maghrib ini minta makan malam dengan semur telur. Permintaan ini ternyata juga disetujui dua putriku, Zahwa dan Shafa. Akhirnya saya dan keempat putra-putri saya sepakat untuk memasak semur telur sebelum makan malam. Kami pun berbagi tugas. Saya merebus 8 butir telur. Putra pertama saya, Mush’ab, bertugas untuk membeli kemiri ke warung sebelah karena di rumah tidak ada persediaan kemiri, juga membeli sabun cuci. Setelah itu, Mush’ab memilih untuk mendokumentasikan kefiatan kami malam ini. Sambil menunggu telur matang, saya menyiapkan 5 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, bawang daun dan 3 ½  butir kemiri. Setelah bawang dikelupas kulitnya, saya cuci bersih, lalu saya iris bawang merah. Telur pun matang. Sa’ad, Zahwa & Shafa mengelupasi kulit telur. Setelah itu, Sa’ad membawa ulegan yang telah dicuci. 3 siung bawang putih, 3 ½ kemiri, setengah sendok teh garam dan set...

CHALLENGE #6, LEVEL #3; MENGAJARI SI KECIL BERENANG

Family project hari ini adalah MENGAJARI SI KECIL BERENANG. Ide ini muncul sejak seminggu lalu atas permintaan dua putri kecil kami, Zahwa dan Shafa. Alhamdulillah sang ayah sedang berada di rumah, sehingga sang ayahlah yang bertugas untuk mengajari kegiatan berenang kedua putri kami ini, Zahwa dan Shafa. Dua putra kami pun tidak lupa kami ajak pula. Meskipun keduanya sudah bisa berenang, namun kami menargetkan mereka untuk ikut sebagai wahana olahraga yang berguna bagi kesehatan mereka. Di samping itu, sebagai kegiatan family time kami untuk membangun kebersamaan dan komunikasi produktif menyampaikan berbagai harapan. Sayangnya kedua putra kami tidak mau ikut, meskipun sudah kami motivasi beberapa kali. Akhirnya kami merelakan mereka tidak ikut kali ini, semoga kesempatan berikutnya mereka mau ikut, aamiin . Family project mengajari dua putri kami ini berenang kami targetkan bisa berjalan minimal dua minggu sekali. Harapannya dalam waktu enam bulan, mereka sudah bisa berenang. Be...

CHALLENGE #5, LEVEL #3; SI KECIL MEMASAK

Family project hari ini saya beri tema SI KECIL MEMASAK. Kegiatan ini dimulai saat siang hari putri bungsu saya, Shafa (usia 5 tahun), berinisiatif untuk membuat baklor (martabak telor) mini sendiri dari telur ayam. Ia meminta saya menunjukkan dimana telur ayam disimpan, lalu meminta satu telur ayam saya pecahkan dan saya tuangkan ke dalam mangkuk plastik kecil yang telah ia siapkan. Setelah itu minta saya mengambilkan garam yang saya simpan di bagian atas meja porselen dapur. Telur ayam ia kocok, lalu dituangkan isinya ke dalam wadah cetakan baklor untuk selanjutnya meminta saya memasaknya di atas kompor. Sebelum api kompor dinyalakan, Shafa membubuhi setiap cetakan adonan baklor sedikit garam. Selesai membubuhi semua cetakan adonan baklor dengan garam, Shafa meminta saya menyalakan api kompornya. Saat cetakan adonan baklor mulai mengembang, Shafa meminta saya segera membalikkan setiap cetakan adonan. Saya segera mengikuti petunjuk Shafa… Tapi ternyata saat dibalik, terlambat… sudah ...

CHALLENGE #4, LEVEL #3; JALAN-JALAN KELUARGA

Di hari libur sekolah ini, saya bersama keempat putra-putri saya sepulang saya hadir di seminar pendidikan pada saat dhuhur sepakat untuk mengadakan family project dengan tema JALAN-JALAN KELUARGA. Ide ini tercetus dari putra kedua saya, Sa’ad. Kami semua setuju mengingat satu pekan ini kami belum jalan-jalan bersama sekeluarga. Awalnya Sa’ad mengusulkan jalan-jalannya ke kolam renang. Maksudnya ia ingin mengajak kami berenang. Namun karena hari sudah siang, saya mengusulkan untuk jalan-jalan ke tempat lain yang masih di dalam kota Majalengka. Namun sebelum jalan-jalan keluarga dilaksanakan, saya mengajak keempat putra-putri saya mampir ke tempat seminar untuk membantu panitia mengembalikan peralatan penting yang dipakai acara seminar. Saya meminta mereka membantu mengangkat peralatan itu ke mobil. Mereka pun setuju. Dengan mengendarai mobil pribadi, kami pun mampir ke tempat seminar. Lalu mengangkat peralatan penting ke mobil. Kedua putra saya turut membantu, adapun kedua putri sa...