Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Melatih Kemandirian

ALIRAN RASA MELATIH KEMANDIRIAN

Malam ini mulai kugoreskan kembali pena di blogku ini setelah dua minggu lalu kuselesaikan 10 hari tantangan melatih kemandirian di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional. Selesainya 10 hari tantangan melatih kemandirian, bagiku bukanlah akhir dari sebuah kewajiban. Namun sebuah awal untuk melatih kemandirian pada tahap berikutnya untuk menjadikan diriku dan keempat putra-putriku sebagai pribadi yang mandiri, berani, percaya diri dan tidak bergantung kepada orang lain. Memang bukan hal yang mudah menjalankan peran sebagai single parent selama suami jauh. Sebuah tantangan luar biasa bagiku. Kekhawatiran, kerisauan, bahkan berbagai asumsi ketidakmampuan kerap hadir setiap kali suami akan pergi jauh untuk bekerja di luar kota dalam jangka waktu tertentu. Tuntutan jenis pekerjaan suami mengharuskan kami seringkali harus hidup terpisah dalam jangka waktu tersebut. Ah...rasanya tidak menyenangkan kondisi ini. Kalaulah ada pekerjaan yang cocok bagi suami yang tidak mengharuskan kami hidup te...

CHALLENGE #10; LEVEL #2; TUMBUH DAN BERKEMBANG DALAM KEMANDIRIAN MENUJU KEDEWASAAN & KEMULIAAN HIDUP

Bunda, alhamdulillah telah sampai di tantangan hari ke sepuluh melatih kemandirian anak. Di tengah usaha untuk terus membangun kemandirian keempat putra-putri saya dengan practical life skills,  di samping aktivitas yang sudah terbiasa mereka lakukan pada hari-hari sebelumnya, alhamdulillah hari ini ada beberapa aktivitas baru yang dilakukan kedua putri kecilku atas inisiatifnya sendiri.   Aktivitas Mush’ab hari ini tidak berbeda jauh dengan hari-hari sebelumnya. Di antara aktivitas tersebut adalah di pagi hari sebelum berangkat ke sekolah, Mush’ab mempersiapkan perlengkapan sekolahnya yang semalam belum sempat ia siapkan karena kecapaian seharian kemarin padat beraktivitas. Setelah itu ia memasukkan pakaian-pakaian kotor ke dalam mesin cuci dan mencucinya. Saat berangkat ke sekolah ia berangkat sendiri dengan mengendarai sepedanya tanpa perlu saya antar. Aktivitas Sa’ad hari ini pun tidak berbeda jauh dengan hari-hari sebelumnya. Sa’ad sebelum pergi bermain, membereska...

CHALLENGE #9; LEVEL #2; 3 CIRI KEMANDIRIAN ANAK

Bunda, alhamdulillah saya telah sampai di hari ke sembilan tantangan melatih kemandirian anak. Di hari ke sembilan ini, tidak banyak perbedaan aktivitas yang dilakukan putra-putriku dengan hari sebelumnya. Putra pertamaku, Mushab, pada pagi hari membantuku belanja membelikan tempe goreng dan bakwan. Kemudian seperti biasa berangkat ke sekolah sendiri dengan naik sepeda. Dan saat jadwal berenang ba'da Jumat, ia berangkat sendiri ke kolam renang dengan naik angkutan umum untuk mengikuti kelas berenang. Adapun putra keduaku, Sa'ad, hari ini membantuku membereskan tempat tidurnya sendiri dan tempat tidur kakaknya. Siang hari ia membantu membelikan bumbu racik di warung sebelah rumah. Dan sore harinya membantu memasukkan motor ke garasi. Putri ketigaku, Zahwa, di pagi hari bisa mandi sendiri, belanja makanan sendiri ke warung, sarapan sendiri, dan sore hari bisa pergi bermain sendiri ke rumah neneknya. Demikian juga putri bungsuku, Shafa, di pagi hari bisa mandi sendiri...

CHALLENGE #8; LEVEL #2; MEMBANGUN KEMANDIRIAN ANAK UNTUK MENGATASI TANTANGAN HIDUP

Orang tua yang selalu menanamkan kemandirian pada anak sejak kecil sesungguhnya telah memberi modal besar pada anak untuk mengatasi masalah hidupnya di kemudian hari. Anak yang terbiasa mandiri sejak kecil tidak mudah menyerah pada tantangan yang dihadapinya. Sebaliknya, ia akan berusaha dengan gigih untuk mengatasi tantangannya terlebih dulu sebelum melibatkan orang lain. Dan pada tantangan hari ke delapan melatih kemandirian anak ini, saya menghadapkan putra-putri saya pada tantangan yang harus diatasinya. Ba'da maghrib ini Mush'ab menghadapi tantangan kehabisan telur goreng sebagai salah satu lauk makan malamnya. Awalnya ia menanti saya --yang sedang sibuk mencuci piring--  untuk memasakkannya telur. Melihat saya masih belum selesai mencuci piring, sementara perutnya sudah lapar, akhirnya tantangan yang dihadapinya ini ia selesaikan dengan memasak telur goreng sendiri. Nah, ini baru anak yang mandiri...! Tantangan lainnya dihadapi putri bungsu saya, Shafa. Pulang sekolah ...

CHALLENGE #7; LEVEL #2; SEMOGA KEPERCAYAAN DIRI & KEMANDIRIANMU TERUS TUMBUH, NAK...!

Bunda, semoga masih bersemangat dalam perjuangan melatih kemandirian putra-putrinya. Di hari ketujuh ini alhamdulillah keempat putra dan putri saya masih terus berlatih melakukan beberapa kegiatan rutin secara mandiri. Bahagianya lagi, selalu ada tambahan kegiatan baru yang dilakukan oleh si bungsu Shafa atas inisiatifnya sendiri. Putra Pertama, Mush'ab (13,5 Tahun) Aktivitas Mush’ab hari ini tidak berbeda jauh dengan hari-hari sebelumnya. Di antaranya adalah di pagi hari ia membereskan tempat tidurnya sendiri. Selesai belajar al-Quran di sore hari, Mush’ab memasukkan pakaian-pakaian kotor ke dalam mesin cuci dan mencucinya, juga membantu saya memasukkan motor ke dalam garasi. Tiga kegiatan ini alhamdulillah tampaknya sudah menjadi kegiatan rutin harian Mush’ab. Putra Kedua, Sa'ad (11 Tahun) Hari ini Sa’ad seperti biasa membereskan tempat tidurnya sendiri. Sore harinya, Sa’ad membantu menutup beberapa jendela rumah, juga memasukkan sepedanya ke dalam rumah. Ba’da maghrib,...

CHALLENGE #6; LEVEL #2; MANDIRI SEBAGAI SINGLE PARENT SAAT SUAMI JAUH

Jam menunjukkan pukul 14.30 WIB ketika di luar rumah hujan turun. Kian lama hujan kian deras, diselingi cahaya kilat dan suara petir menggelegar. Kalaulah bukan demi putri tercintaku yang sedang menunggu dijemput pulang dari sekolah, tentu berat rasanya aku melangkahkan kaki keluar rumah di tengah kondisi hujan lebat dengan udara yang cukup dingin ini. Namun naluri kasih sayang dan tanggung jawabku sebagai ibu mengalahkan apapun tantangan yang datang menghadang. Aku pun segera mengambil jas hujan dan helm, mengenakan keduanya, lalu menyiapkan sepeda motor kesayanganku. Setelah mesin motor kunyalakan, meluncurlah aku di atas kendaraan roda dua itu menembus derasnya butiran air hujan yang turun ke bumi. Angin dan jutaan butiran air hujan menerpa kencang wajah dan tubuhku, menyisakan tetesan-tetesan air hujan yang membasahi wajahku dan membuat basah kuyup jilbab bagian bawahku.  Sembilan hari sudah aku mengantar-jemput Zahwa dan Shafa guna belajar di sekolah. Jarak rumah ke sekol...

CHALLENGE #5; LEVEL #2; MANDIRI KARENA TERBIASA

Bunda, semoga tetap semangat dan sabar dalam melatih kemandirian putra-putrinya. Suatu tantangan istimewa untuk melatih kemandirian anak, perlu kedisiplinan, konsisten dan kesabaran. Kegiatan yang biasa diulang-ulang akan membangun kemandirian. Mandiri karena terbiasa, begitulah ungkapan yang tepat. Terkait kemandirian ini tidak ada salahnya kita mencontoh pola asuh di Jepang.  Psikolog Anak, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi mengatakan bahwa selain disiplin, kelekatan ibu dan anak, nilai positif dari pola asuh di Jepang adalah kemandirian. Anak sedini mungkin dibiasakan melakukan aktivitas yang menyangkut dirinya dilakukan secara mandiri. Kegiatan seperti  merapikan mainan, merapikan baju, makan, sampai ke toilet training sudah dibiasakan sejak sedini mungkin, sehingga bertambah usia anak sudah biasa sendiri,” jelasnya dalam acara 'Learning from the Positive of Japanese Parenting', di Aeon Mall, BSD City, kemarin. Di hari kelima ini alhamdulillah keempat putra dan putri s...

CHALLENGE #4; LEVEL #2; BERLATIH KEMANDIRIAN ANAK DENGAN PRACTICAL LIFE SKILLS

Bunda, semoga masih semangat dengan kegiatan melatih kemandirian anak. Di hari libur ini keempat putra dan putri saya kembali melakukan kegiatan yang hampir sama dengan hari sebelumnya. Putra pertama, Mush'ab, selesai shalat shubuh membereskan tempat tidurnya sendiri dan tempat tidur milik Sa'ad, lalu membantu saya belanja telur 1 kg juga makanan kudapan ke warung samping rumah. Selanjutnya ia mengeluarkan sepeda motor dari garasi, sekaligus memasukkan motor ke garasi pada sore harinya. Malam ba'da shalat maghrib, Mush'ab membantu putra kedua saya membuat spaghetti telur, lalu meyiapkan makan malam sendiri dan sekitar jam 9 malam ia menemani Sa'ad pergi membelikan nasi goreng buat Zahwa karena Zahwa minta dibelikan nasi goreng. Putra kedua saya, Sa'ad, karena sejak kemarin sore badannya demam, maka pagi hari ini ia tidak banyak melakukan kegiatan di rumah. Kegiatan melatih kemandiriannya baru dilakukan malam hari ba'da maghrib, yakni saat ia berinisiatif un...

CHALLENGE #3; LEVEL #2; CITRA DIRI ANAK TUMBUH BERSAMA KEMANDIRIANNYA

Siang itu saat bersih-bersih rumah dan menyapu lantai ruang keluarga, saya baru menyadari kalau filter untuk menjaga kebersihan air aquarium di rumah kami ternyata tidak berfungsi. Entah sejak kapan filter itu mati. Padahal filter ini sangat penting untuk menjaga air aquarium tetap bersih, tidak keruh dan cukup kadar oksigen di dalamnya. Tanpa filter, air aquarium akan cepat kotor, keruh dan kekurangan kadar oksigen akibat banyaknya kadar CO2 hasil pernafasan ikan di dalam air. Walhasil, selain merusak pemandangan saat menikmati keindahan ikan-ikan kesayangan, tidak jarang juga menyebabkan kematian ikan. Kekhawatiran inilah yang menyebabkan saya berpikir untuk segera memperbaikinya. Sayangnya, suami sedang kerja di luar kota selama dua minggu, kedua putra saya yang selama ini mengurus aquarium sedang bermain di luar rumah. Harapan paling besar adalah minta tolong kakak sepupu yang sekaligus kakak ipar saya yang memang jago di bidang listrik dan elektronika. Namun sebelum meminta b...

CHALLENGE #2; LEVEL #2; MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN CARA BERPIKIR DAN BERTINDAK SEJAK USIA DINI

Kemandirian merupakan salah satu aspek terpenting yang harus dimiliki setiap individu dan anak. Karena selain dapat mempengaruhi kinerjanya, juga berfungsi untuk membantu mencapai tujuan hidupnya, prestasi, kesuksesan serta memperoleh penghargaan. Tanpa didukung oleh sifat mandiri, maka individu maupun anak akan sulit untuk mencapai sesuatu secara maksimal dan akan sulit pula baginya untuk meraih kesuksesan (Yusuf, 2009). Kemandirian berasal dari kata mandiri. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional, 2005), mandiri berarti keadaan dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain. Sedangkan kemandirian adalah hal-hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Kemandirian (autonomi) menurut Hurlock (Yusuf, 2009) adalah individu memiliki sikap mandiri dalam cara berpikir dan bertindak, mampu mengambil keputusan mengarahkan dan mengembangkan serta menyesuaikan diri sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungannya. Terkait deng...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...