Langsung ke konten utama

Postingan

CHALLENGE #4, LEVEL #4; GAYA BELAJAR ANAK: BERLATIH MEMANAH

Alhamdulillah masuk hari ke empat pengamatan gaya belajar anak di Kelas Bunda Sayang Ibu Profesional. Hari ini saya mengamati gaya belajar keempat putra-putriku berkaitan dengan berlatih memanah. PENGAMATAN GAYA BELAJAR ANAK Tanggal Aktivitas : 23 April 2017 Nama Anak Tgl Aktivitas Aktivitas Visual Auditori Kinestetik Mush’ab 23 April 2017 Berlatih memanah Melakukan gerakan berdasarkan hasil pengamatan dan penjelasan dari instruktur Melakukan gerakan berdasarkan pengalaman sebelumnya Sa’ad 23 April 2017 Berlatih memanah Melakukan gerakan berdasarkan hasil pengamatan dan penjelasan dari instruktur Melakukan gerakan berdasarkan pengalaman sebelumnya Zahwa 23 April 2017 Berlatih memanah Melakukan gerakan berdasarkan hasil pengamatan dan penjelasan dari instruktur Melakukan gerakan berdasarkan bimbingan senior Shafa 23 April 2017 Berlatih memanah Melakukan gerakan berdasarkan hasil pengamatan dan penjelasan dari instruktur ...

CHALLENGE #3, LEVEL #4; GAYA BELAJAR ANAK: MEMBUAT KUE STICK

Alhamdulillah masuk hari ke tiga pengamatan gaya belajar anak di Kelas Bunda Sayang Ibu Profesional. Hari ini saya mengamati gaya belajar keempat putra-putriku berkaitan dengan keterampilan membuat kue stick . PENGAMATAN GAYA BELAJAR ANAK Tanggal Aktivitas : 22 April 2017 Nama Anak Tgl Aktivitas Aktivitas Visual Auditori Kinestetik Mush’ab 22 April 2017 Memotong adonan kue stick dan menggorengnya Melihat dan mengamati Sa’ad memotong adonan kue stick dan menggoreng kue stick, lalu mengikutinya. Sa’ad 22 April 2017 Memotong adonan kue stick dan menggorengnya. Membuat dan memasak puding coklat. Menggoreng adonan kue stick yang telah dipotong-potong panjang setelah melihat contoh yang saya berikan. Memotong panjang adonan kue stick berdasarkan mendengar keterangan yang saya sampaikan. Zahwa 22 April 2017 Memasukkan adonan kue stick ke dalam wajan. Mencuci piring, gelas dan peralatan makan lainnya. Memasukkanadonan kue stick yang tel...

CHALLENGE #2, LEVEL #4, GAYA BELAJAR ANAK 2

Pada hari kedua pengamatan gaya belajar anak di Kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini, aktivitas kedua putriku berkaitan dengan keterampilan membuat origami dan karya dari kertas lipat origami. Adapun putra kedua saya, Sa’ad melakukan kefiatan membaca buku taqarrub kepada Allah. PENGAMATAN GAYA BELAJAR ANAK Tanggal Aktivitas : 21 April 2017 Nama Anak Tgl Aktivitas Aktivitas Visual Auditori Kinestetik Mush’ab 21 April 2017 Sa’ad 21 April 2017 Membaca buku “Taqarrub kepada Allah” Bab Meningkatkan Kualitas Amal Membaca dalam hati dengan tenang, namun tidak sekaligus, diselingi menonton televisi Zahwa 21 April 2017 Membuat kapal-kapalan dari kertas dan membuat rantai kertas dari kertas lipat berwarna (origami) Membuat rantai kertas dari melihat contoh kegiatan yang dilakukan Shafa Shafa 21 April 2017 Membuat berbagai bentuk origami dan rantai kertas dari kertas lipat berwarna (origami) Membuat kepiting, amplop dan berbagai bentuk or...

CHALLENGE #1, LEVEL #4; GAYA BELAJAR ANAK: HALQAH & TUGAS SEKOLAH

Hari ini adalah hari pertama tantangan Kelas Bunda Sayang level 4, GAYA BELAJAR ANAK. Dalam tantangan kali ini, setiap Bunda ditantang untuk melakukan pengamatan terhadap kegiatan anak sehari-hari sampai menemukan gaya belajar anak. PENGAMATAN GAYA BELAJAR ANAK Tanggal Aktivitas : 20 April 2017 Sa’ad Ali Abdullah (11 tahun 6 bulan) Aktivitas : mengikuti halqah kajian Islam. Auditori : Sa’ad termasuk memiliki gaya belajar dominan auditori (auditory learners) karena sangat baik menyerap informasi dalam halqah kajian Islam ini lewat pendengarannya dari penjelasan yang saya sampaikan. Ia pun mampu mengingatnya dengan baik penjelasan tersebut yang dibuktikan dengan mampu menjawab secara benar dan tepat semua pertanyaan evaluasi yang saya sampaikan setelah pemaparan materi selesai.   Syarifa Zahwa Salsabila (7 tahun 6 bulan) Aktivitas : 1) Mengerjakan tugas sekolah di buku paket pelajaran quran-hadits, fiqih dan aqidah. 2) Mendengarkan cerita kancil sebelum tid...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...

CHALLENGE #17, LEVEL #3; BELAJAR MENSYUKURI NIKMAT

Family projetc hari ini adalah BELAJAR MENSYUKURI NIKMAT. Hal ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya prestasi belajar Zahwa di UTS semester genap ini. Alhamdulillah Zahwa mendapat peringkat 1 di raport sementara yang dibagikan tadi pagi. Untuk mengapresiasi prestasi belajar Zahwa ini dan dalam rangka mensyukuri nikmat yang kami terima, maka sang ayah memberi tawaran kepada Zahwa untuk meminta hadiah. Namun hadiah Zahwa ini haruslah bisa dibagi dan dinikmati oleh semua anggota keluarga kami. Dari berbagai pilihan hadiah yang ada, maka Zahwa pun meminta hadiah berupa ayam penyet untuk bisa dimakan bersama sebagai menu untuk makan malam kali ini. Dan sang ayah pun setuju. Tiga putra-putri kami yang lain pun senang dan setuju dengan pilihan itu. Akhirnya ditemani putri bungsu, Shafa, sang ayah pergi untuk membeli ayam penyet. Tidak berapa lama, datang sang ayah dan Shafa membawa pesanan makanan. Ternyata bukan hanya ayam.penyet, namun juga tahu penyet, capcay dan sayuran lainnya. Alham...

CHALLENGE #16, LEVEL #3; BERLATIH MEMANAH

Family project hari ini adalah musyawarah keluarga untuk membangun komunikasi produktif dengan keempat putra-putri saya. Musyawarah kali ini bertujuan untuk membangun komitmen putra-putri saya, khususnya Mush’ab, Sa’ad dan Zahwa untuk BERLATIH MEMANAH. Rencana ini sebenarnya sudah hampir setahun lalu tercetus, namun tertunda dengan adanya berbagai faktor. Diantaranya, sarana berlatih memanah yang kami temukan di daerah kami saat itu adalah berlatih memanah yang disiapkan untuk berbagai kejuaraan nasional, semacam PORDA maupun PON. So, latihannya membutuhkan keseriusan dan komitmen yang tinggi. Saat itu, saya meminta keseriusan dan komitmen kedua putra saya akan hal ini, namun ternyata mereka saya nilai belum siap. Ini saya nilai dari latihan karate yang telah mereka ikuti sebelumnya, ternyata tidak bertahan lama. Dengan berbagai alasan yang dikemukakan, mereka berhenti latihan karate sejak enam bulan lalu. Sayabtidak ingin hal ini terjadi pula pada latihan memanah. Maka saya putuskan,...