Langsung ke konten utama

CHALLENGE #1, LEVEL #4; GAYA BELAJAR ANAK: HALQAH & TUGAS SEKOLAH

Hari ini adalah hari pertama tantangan Kelas Bunda Sayang level 4, GAYA BELAJAR ANAK. Dalam tantangan kali ini, setiap Bunda ditantang untuk melakukan pengamatan terhadap kegiatan anak sehari-hari sampai menemukan gaya belajar anak.

PENGAMATAN GAYA BELAJAR ANAK


Tanggal Aktivitas : 20 April 2017

Sa’ad Ali Abdullah (11 tahun 6 bulan)

Aktivitas :
mengikuti halqah kajian Islam.

Auditori :
Sa’ad termasuk memiliki gaya belajar dominan auditori (auditory learners) karena sangat baik menyerap informasi dalam halqah kajian Islam ini lewat pendengarannya dari penjelasan yang saya sampaikan. Ia pun mampu mengingatnya dengan baik penjelasan tersebut yang dibuktikan dengan mampu menjawab secara benar dan tepat semua pertanyaan evaluasi yang saya sampaikan setelah pemaparan materi selesai.  


Syarifa Zahwa Salsabila (7 tahun 6 bulan)

Aktivitas :
1) Mengerjakan tugas sekolah di buku paket pelajaran quran-hadits, fiqih dan aqidah.
2) Mendengarkan cerita kancil sebelum tidur.


Visual :
Zahwa termasuk memiliki gaya belajar dominan visual (visual learners) karena menitikberatkan pada ketajaman penglihatan dan ada kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahui dan memahaminya. Zahwa membutuhkan bukti-bukti konkrit yang harus diperlihatkan terlebih dahulu dari teori setiap materi quran-hadits, fiqih maupun aqidah yang ditanyakan di bagian latihan soal agar ia mempercayai dan memahami jawaban yang harus ditulisnya untuk setiap pertanyaan. Zahwa kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan


Auditori :
1) Zahwa asyik mendengarkan saya membacakan alur cerita kancil tersebut dari buku cerita dalam kondisi menjelang ia tidur hingga setengah tertidur.
    


Zhafira Shafa Salsabila (5 tahun 4 bulan)

Aktivitas :
1) Mengerjakan tugas sekolah berupa menulis huruf dan berhitung operasi pertambahan sederhana.
2) Belajar iqro.
3) Minta dibacakan cerita kancil sebelum tidur.


Auditori :
-1) Shafa termasuk memiliki gaya belajar dominan auditori (auditory learners) karena mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingat bentuk angka yang harus ia tulis saat mengerjakan operasi pertambahan sederhana. Shafa meminta petunjuk kepada saya untuk menjelaskan secara verbal bentuk angka yang harus ia tulis, atau ia melafalkan sendiri bentuknya dan mengkonfirmasi kepada saya tentang kebenaran bentuk angka yang ia lafalkan.


Dalam mengerjakan tugas menulis huruf, Shafa kurang percaya diri menuliskan langsung huruf sendiri. Ia meminta saya menuliskan dulu bentuk huruf tersebut dengan tipis, dan ia yang akan menebalkannya.


2) Dalam memahami huruf hijaiyah saat belajar iqro, Shafa mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingat huruf hijaiyah. Ia melafalkan huruf setelah mendengarkan contoh saya bagaimana melafalkan tiap huruf yang dibacanya.

3) Shafa mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingat cerita kancil. Ia asyik mendengarkan saya membacakan alur cerita kancil tersebut dari buku cerita.


Visual :
1) Saat belajar iqro membaca huruf hijaiyah, Shafa dibantu dengan peragaan menggerakkan tangannya yang memegang pensil untuk menunjuk setiap huruf yang dibacanya.


2) Saat saya membacakan cerita kancil, Shafa tertarik untuk melihat langsung gambar cerita kancil tersebut dari buku cerita. Ia menanyakan maksud alur cerita kancil dari tiap gambar yang dilihatnya.



Nama Anak
Tgl Aktivitas
Aktivitas
Visual
Auditori
Kinestetik
Mush’ab
20 April 2017
Mengikuti halqah kajian Islam


Tangan dan mulut tidak berhenti bergerak dan berbicara, diselingi bergulat dengan Sa’ad
Sa’ad
20 April 2017
Mengikuti halqah kajian Islam

Mampu menjawab semua pertanyaan dengan benar untuk mengulangi apa yang barusan dijelaskan saat halqah

Zahwa
20 April 2017
Mengerjakan PR sekolah di buku paket pelajaran Qurdis, Fiqih, Aqidah.

Minta dibacakan cerita Kancil sebelum tidur.
Menjawab setiap pertanyaan dengan menuliskan jawaban mengikuti teori di setiap bab yang ditugaskan dengan melihat langsung tulisan penjelasannya
Mendengarkan cerita kancil dengan asyik.
Shafa
20 April 2017
Mengerjakan PR menulis huruf dan belajar iqro.

Minta dibacakan cerita kancil sebelum tidur.
Menulis setiap huruf yang ditugaskan dengan meminta dituliskan tipis dulu oleh umminya yang kemudian Shafa menebalkannya.

Saat mendengarkan cerita kancil, langng ingin melihat gambar kancilnya di buku sambil menanyakan maksud gambar-gambar yang dilihatnya.
Mengikuti penjelasan pengucapan huruf saat belajar iqro.

Mendengarkan cerita kancil dengan asyik.
Menggerakkan pensil dengan tangannya untuk menunjuk setiap huruf yany dibaca


Bumi Salamodin
Kamis, 20 April 2017

#TantanganHari1
#GameLevel4
#KuliahBunSayIIP
#GayaBelajarAnak 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...