Langsung ke konten utama

CHALLENGE #1, LEVEL #7, BINTANG KELUARGA: "BAROKALLOHU FIIKUM, MUSH'AB & SHAFA"

Malam ini adalah hari pertama saya melaporkan kegiatan challenge 10 hari, level 7, kelas Bunda Sayang, “Setiap Anak adalah Bintang”. Pada tantangan kali ini, saya memerlukan jeda waktu untuk mengumpulkan semangat dan motivasi untuk mengerjakan tantangan ini. Komplain putra kedua saya yang meminta saya untuk selesai mengikuti kuliah online, sedikit membuat saya perlu berpikir ulang dan merenung. Namun, akhirnya saya putuskan untuk tetap lanjut. 

Hari pertama ini, saya mengamati kegiatan putra pertama saya di hari Jumat lalu, sehari setelah peringatan kemerdekaan 17 Agustus. Putra pertama saya, Mush’ab berusia 14 tahun, kelas 9 MTs.  Pagi hari saya mengantarnya ke sekolah dengan sepeda motor. Namun belum sampai ke sekolah, ia minta diantarkan dulu ke rumah temannya Krisna yang rumahnya 1 blok sebelum sekolah Mush’ab. Saya menunggunya. Setelah kembali ke motor, Mush’ab minta diantar pulang kembali ke rumah. Ternyata ia salah kostum seragam. Seharusnya ia memakai seragam putih biru.Dengan semangat dan berbinar, ia menyampaikan bahwa ia bertiga teman di kelasnya akan mengikuti lomba cerdas cermat antar kelas sehingga khusus peserta cerdas cermat ini memakai seragam putih biru. Adapun teman-teman lainnya memakai pakaian olahraga karena ada kegiatan perlombaan macam-macam olahraga di sekolahnya. Saya pun kembali pulang ke rumah dan menyiapkan seragam putih biru juga seragam olahraga yang diperlukan Mush’ab, lalu balik kembali mengantarnya ke sekolah. Saya melihat Mush’ab semangat mengikuti kegiatan ini dan sejak kecil ia terbiasa ikut berbagai perlombaan. Barokallohu fiik, Mush'ab. 

Sore harinya, saat saya ke dapur, saya melihat putri bungsu saya, Shafa, 5 tahun 8 bulan, sedang berdiri di atas meja kecil pas di bawah wastafel tempat cuci piring. Ia sedang menyimpan sesuatu di keranjang sebelah kirinya tempat menyimpan cucian piring untuk dikeringkan selesai dicuci. Masya Allah, rupanya ia sedang membantu saya mencuci piring dan wadah yang kotor. Hari ini saya memang belum mencuci piring segingga cucian piring dan wadah kotor menumpuk di wastafel. Hal ini rupanya menggerakkan hati si bungsu untuk mencucinya tanpa sepengetahuan saya. Ia selama ini saya amati paling rajin beres-beres dab membersihkan rumah, pakaian dan semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Setiap mengerjakan itu, saya lihat ia sangat semangat dengan mata berbinar. Badan kecilnya tidak menghalanginya untuk bergerak dan bergerak... Seperti sore ini, kalaulah ia tidak melihat saya mengetahuinya mencuci piring, tentu ia akan terus melanjutkan mencuci begitu banyak piring dan wadah kotor. Namun, saat ia melihat saya melihatnya mencuci piring, ia tersipu malu. Namun saya mengapresiasinya positif dan memujinya. Masya Allah... barokallohu fiik, Shafa. 

Bumi Salamodin
Jumat, 18 Agustus 2017

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...