Langsung ke konten utama

CHALLENGE #3, LEVEL #7, BINTANG KELUARGA: "KEGIATAN JALAN SANTAI"

Pada hari ketiga antangan 10 hari kelas Bunda Sayang, level 7 ini, saya mengamati kegiatan putra kedua (Sa’ad), putri ketiga (Zahwa) dan si bungsu (Shafa). Hari ini ketiganya mengikuti kegiatan jalan santai yang diadakan di lingkungan RW tempat tinggal saya.

Sabtu malam sebelum tidur, Sa’ad (12 tahun) berpesan agar saya membangunkannya Ahad pagi pas adzan shubuh. Ternyata ia sudah janjian dengan keponakan saya, Andre (11 tahun) dan dua teman bermainnya yang lain akan mengikuti kegiatan jalan santai. Saya pun membangunkannya Ahad pagi sesuai pesannya. Ia pun bangun, mandi, shalat shubuh dan siap pergi keluar rumah. Namun saya memintanya untuk aarapan nasi kuning dulu yang telah saya beli dari penjual dekat rumah. Setelah sarapan, ia minta uang jajan dan dengan semangat pergi keluar rumah bersama Andre dan dua temannya yang lain yang telah menjemputnya. Mereka dengan senang hati rencana mengikuti kegiatan jalan santai yang akan dimulai jam 8 pagi.

Adapun Zahwa (8 tahun), terbangun tidak lama setelah Sa’ad pergi. Ia pun segera mandi, berpakaian dan shalat shubuh. Setelah itu ia pun sarapan nasi kuning yang telah saya siapkan. Tidak berapa lama, Shafa (5 tahun 8 bulan) pun terbangun dan minta dimandikan dengan air hangat. Selesai mandi, berpakaian dan sarapan dengan nasi kuning juga.

Saat Shafa dan Zahwa sarapan, datang Regina (9 tahun), keponakan saya menjemput Shafa,ternyata mau ikut jalan santai juga. Saya berpesan agar Regina menjaga Shafa saat jalan santai nanti. Mengetahui Shafa mau ikut jalan santai, Zahwa pun tertarik mengikutinya dan meminta izin ke Regina apakah ia boleh ikutan juga jalan santai, Regina pun membolehkan. Akhirnya mereka bertiga dengan semangat keluar dari rumah setelah selesai sarapan menuju tempat berkumpul peserta jalan santai.

Siang hari Shafa pun datang ke rumah, ternyata selesai jalan santai… Ia memberitahu kalau jalan santai tadi ia tidak dapat hadiah karena hadiah diundi dari kupon yang dibagikan gratis. Menyusul datang kemudian adalah Zahwa, lalu Sa’ad. Keduanya pun cerita tidak mendapatkan hadiah. Ga papa nak, yang penting kan olahraga dan kegiatan jalan santainya, bukan hadiahnya… Meskipun tidak dapat hadiah, kalian semua tetaplah bintang di hati ummi. Barokallohu fiikum..


Bumi Salamodin
Ahad, 20 Agustus 2017

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...