Langsung ke konten utama

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua tanaman hias lain. 

Beberapa waktu lalu saya mendapat informasi dari sahabat saya bahwa pohon kersen di depan rumah tetangganya merusak pondasi bangunan. Dengan ukuran taman depan rumah yang minimalis, dikhawatirkan akar pohon kersen yang akan terus membesar, menjalar ke bawah pondasi bangunan dan merusaknya. Saya meminta izin kepada bapak yang menanam pogoon kersen itu untuk memindahkannya ke kebun samping rumah dengan menyampaikan alasan tadi. Bapak pun setuju. Saya mencari waktu yang tepat untuk memindahkan pohon kersen tersebut sekaligus merapihkan beberapa tanaman di pot. 

Saya merencanakan memindahkan pohon kersen sekaligus menata taman depan rumah agar lebih rapih ini sebagai family project yang melibatkan keempat putra-putri saya. Maka, dua hari lalu, saya menyampaikan ide untuk menata taman ini kepada mereka. Memang tidak terlalu fokus apa yang saya sampaikan saat itu. Tantangannya adalah selama ini family project kami jalankan malam hari saat semua putra-putri saya sudah berkumpul di rumah. Sedangkan menata taman depan rumah, tentunya tidak tepat dilaksanakan malam hari, namun pagi ataupun siang hari. Kalau sore hari, di tempat tinggal saya biasa turun hujan dengan derasnya. So, pilihan terbaik ya pagi atau siang hari, namun konsekuensinya tidak semua putra-putri saya bisa terlibat karena masih ada di sekolah. 

Hari ini saya pun menjalankan family project menata taman depan rumah sebagai kelanjutan hari sebelumnya memindahkan pohon kersen ke kebun samping rumah. Saya didampingi putri bungsu saya, Shafa, pada hari sebelumnya memindahkan pohon kersen dibantu Mang Rozak, salah satu pekerja bangunan rumah kami. Selain itu, dengan tetap dibantu Mang Rozak, saya memindahkan posisi sebuah pohon pinus ke sebelah kiri taman depan rumah, juga menanam bunga kamboja di bagian tengah taman sejajar pohon pinus. Juga menanam tanaman hias dibagi merata di taman depan rumah sejajar tembok pagar. Sore harinya, Shafa pun mendampingi saya membeli dua pohon pinus untuk ditanam di taman depan rumah. Saya menata pot bunga dan memindahkan tanaman hias yang ditanam bergabung di satu pot ke pot yang berbeda. Lalu saya menata pot-pot bunga di taman depan rumah agar posisinya tampak serasi.


Adapun hari ini saya dibantu Mang Rozak menanam dua pohon pinus yang sudah dibeli sore hari sebelumnya. Saya menata dua pohon pinus ini di sebelah kanan taman depan rumah dan di tengah taman sejajar pohon kamboja. Sebenarnya ada satu tanaman hias lagi yang ingin saya veli, yaitu pandan Bali. Nakun karena kemarin sore saya terburu-buru, jadi belum sempat membelinya. In syaa Allah lain waktu semoga bisa membelinya dan bisa melibatkan keempat putra-putri saya untuk meneruskan menata taman depan rumah. Aamiin.



Bumi Salamodin
Rabu, 5 April 2017

#TantanganHari14
#GameLevel3
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKecerdasanAnak
#MyFamilyMyTeam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...