Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua tanaman hias lain.
Beberapa waktu lalu saya mendapat informasi dari sahabat saya bahwa pohon kersen di depan rumah tetangganya merusak pondasi bangunan. Dengan ukuran taman depan rumah yang minimalis, dikhawatirkan akar pohon kersen yang akan terus membesar, menjalar ke bawah pondasi bangunan dan merusaknya. Saya meminta izin kepada bapak yang menanam pogoon kersen itu untuk memindahkannya ke kebun samping rumah dengan menyampaikan alasan tadi. Bapak pun setuju. Saya mencari waktu yang tepat untuk memindahkan pohon kersen tersebut sekaligus merapihkan beberapa tanaman di pot.
Saya merencanakan memindahkan pohon kersen sekaligus menata taman depan rumah agar lebih rapih ini sebagai family project yang melibatkan keempat putra-putri saya. Maka, dua hari lalu, saya menyampaikan ide untuk menata taman ini kepada mereka. Memang tidak terlalu fokus apa yang saya sampaikan saat itu. Tantangannya adalah selama ini family project kami jalankan malam hari saat semua putra-putri saya sudah berkumpul di rumah. Sedangkan menata taman depan rumah, tentunya tidak tepat dilaksanakan malam hari, namun pagi ataupun siang hari. Kalau sore hari, di tempat tinggal saya biasa turun hujan dengan derasnya. So, pilihan terbaik ya pagi atau siang hari, namun konsekuensinya tidak semua putra-putri saya bisa terlibat karena masih ada di sekolah.

Beberapa waktu lalu saya mendapat informasi dari sahabat saya bahwa pohon kersen di depan rumah tetangganya merusak pondasi bangunan. Dengan ukuran taman depan rumah yang minimalis, dikhawatirkan akar pohon kersen yang akan terus membesar, menjalar ke bawah pondasi bangunan dan merusaknya. Saya meminta izin kepada bapak yang menanam pogoon kersen itu untuk memindahkannya ke kebun samping rumah dengan menyampaikan alasan tadi. Bapak pun setuju. Saya mencari waktu yang tepat untuk memindahkan pohon kersen tersebut sekaligus merapihkan beberapa tanaman di pot.
Saya merencanakan memindahkan pohon kersen sekaligus menata taman depan rumah agar lebih rapih ini sebagai family project yang melibatkan keempat putra-putri saya. Maka, dua hari lalu, saya menyampaikan ide untuk menata taman ini kepada mereka. Memang tidak terlalu fokus apa yang saya sampaikan saat itu. Tantangannya adalah selama ini family project kami jalankan malam hari saat semua putra-putri saya sudah berkumpul di rumah. Sedangkan menata taman depan rumah, tentunya tidak tepat dilaksanakan malam hari, namun pagi ataupun siang hari. Kalau sore hari, di tempat tinggal saya biasa turun hujan dengan derasnya. So, pilihan terbaik ya pagi atau siang hari, namun konsekuensinya tidak semua putra-putri saya bisa terlibat karena masih ada di sekolah.
Hari ini saya pun menjalankan family project menata taman depan rumah sebagai kelanjutan hari sebelumnya memindahkan pohon kersen ke kebun samping rumah. Saya didampingi putri bungsu saya, Shafa, pada hari sebelumnya memindahkan pohon kersen dibantu Mang Rozak, salah satu pekerja bangunan rumah kami. Selain itu, dengan tetap dibantu Mang Rozak, saya memindahkan posisi sebuah pohon pinus ke sebelah kiri taman depan rumah, juga menanam bunga kamboja di bagian tengah taman sejajar pohon pinus. Juga menanam tanaman hias dibagi merata di taman depan rumah sejajar tembok pagar. Sore harinya, Shafa pun mendampingi saya membeli dua pohon pinus untuk ditanam di taman depan rumah. Saya menata pot bunga dan memindahkan tanaman hias yang ditanam bergabung di satu pot ke pot yang berbeda. Lalu saya menata pot-pot bunga di taman depan rumah agar posisinya tampak serasi.
Adapun hari ini saya dibantu Mang Rozak menanam dua pohon pinus yang sudah dibeli sore hari sebelumnya. Saya menata dua pohon pinus ini di sebelah kanan taman depan rumah dan di tengah taman sejajar pohon kamboja. Sebenarnya ada satu tanaman hias lagi yang ingin saya veli, yaitu pandan Bali. Nakun karena kemarin sore saya terburu-buru, jadi belum sempat membelinya. In syaa Allah lain waktu semoga bisa membelinya dan bisa melibatkan keempat putra-putri saya untuk meneruskan menata taman depan rumah. Aamiin.
Bumi Salamodin
Rabu, 5 April 2017
#TantanganHari14
#GameLevel3
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKecerdasanAnak
#MyFamilyMyTeam
Komentar
Posting Komentar