Langsung ke konten utama

CHALLENGE #1, LEVEL #10, MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG: "KISAH SINGA DAN INDUK RUSA"

Pada tantangan hari pertama membangun karakter anak lewat dongeng, sore hari menjelang matahari tenggelam, saya mulai bercerita kepada dua putri kecil saya, Zahwa dan Shafa tentang cerita "Singa dan Induk Rusa". Saya awali cerita itu dengan mengambil latar di sebuah hutan yang dihuni oleh berbagai binatang.

Pada suatu hari hutan tersebut mengalami kebakaran akibat ulah seorang pemburu yang meninggalkan api unggun dalam keadaan menyala, lalu angin membuat api membesar dan membakar sedikit demi sedikit pepohonan di hutan. Diawali kebakaran kecil hingga kebakaran besar yang menghanguskan hampir semua pepohonan di hutan di saat musim kemarau. Binatang di hutan berhamburan menyelamatkan diri, termasuk seekor singa. Namun sebelum mencapai tempat aman, singa mendengar suara meminta tolong. Setelah diselidiki, ternyata singa menemukan seekor induk rusa yang badannya tertimpa batang pohon yang terbakar. Awalnya singa ingin memangsa induk rusa tersebut, namun induk rusa meminta singa tidak memakannya karena ia memiliki empat ekor anak yang masih kecil-kecil yang harus ia selamatkan dari kebakaran hutan. Akhirnya dengan persyaratan induk rusa akan menyerahkan satu demi satu anaknya untuk makanan singa setelah anak-anaknya besar, singa pun tidak jadi memangsa induk rusa tersebut dan mendorong batang pohon yang menimpa induk rusa hingga induk rusa bisa menyelamatkan diri. Singa pun segera meneruskan berlari keluar hutan menyelamatkan diri dari kebakaran hutan.

Induk rusa segera kembali ke sarangnya dan mencari keempat anaknya yang sedang kebingungan melihat api yang mulai mendekat di sekeliling mereka. Induk rusa segera menyelamatkan anak-anaknya, menggiring mereka berlari keluar hutan menyelamatkan diri. Sesampainya di tempat aman, induk rusa dengan keempat anaknya mendekati kumpulan binatang lain yang sudah lebih dulu keluar hutan.

Untuk mencari tempat berlindung yang lebih nyaman, binatang pun mulai bergerak, termasuk induk rusa dan keempat anaknya. Tiba-tiba induk rusa mendengar suara erangan yang berat. Dari manakah suara itu? Setelah dicari, ternyata suara itu dari dalam sebuah lubang dua meter dan saat dilihat ke dalamnya, onduk rusa melihat seekor singa jatuh terperosok ke dalam lubang.

"Singa, apakah itu kamu?" Tanya induk rusa.
"Iya, betul, tolong aku, induk rusa agar bisa keluar dari lubang ini," Pinta singa.

Induk ruaa terdiam, ia galau. Kalau ia menolong singa, ia akan kehilangan anak-anaknya dimangsa singa. Namun kalau ia membiarkan singa, singa telah menyelamatkan nyawanya. Rasanya tidak adil, jika ia tidak menolong singa karena singa pun telah menolongnya, pikir induk rusa. Induk rusa pun tergerak menolong singa sembari berharap singa tidak jadi memangsa anak-anaknya. Akhirnya induk rusa mencark pertolongan kepada binatang lain di hutan. Akhirnya ia bertemu gajah dan meminta gajah membantunya menolong singa. Dengan badannya yang besar, gajah mendorong batang pohon hingga masuk ke dalam lubang untuk jalan yang bisa dilalui singa keluar lubang. Singa pun bisa keluar lubang dengan melewati batang pohon tersebut. Singa berterima kasih kepada gajah yang telah menolongnya. Gajah pun menyampaikan kalau bukan karena induk rusa, ia tidak akan tahu singa terperosoknke dalam lubang, dan meminta singa berterima kasih kepada induk rusa. Singa pun mengucapkan terima kasih kepada induk rusa yangbtelah menyelamatkan hidupnya. Induk rusa pun mengatakan terima kasih kepada singa yang juga telah menyelamatkan hidupnya. Singa pun berkata ia tidak jadi meminta induk rusa menyerahkan anak-anaknya untuk menjadi makanan singa. Induk rusa sangat bersyukur dan bahagia.

Demikian akhir cerita tersebut dengan kebaikan di pihak singa dan rusa yang telah saling menolong, menyelamatkan hidup sesamanya yang membutuhkan. Saya pun menjelaskan ibrah dari cerita tersebut agar kedua putri saya selalu hidup tolong menolong dalam kehidupan di dunia ini kepada sesama makhluk Allah SWT.

Bumi Salamodin
7 Desember 2017

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...