Pada tantangan hari ketiga membangun karakter anak lewat dongeng, putri bungsu saya Shafa meminta saya melanjutkan cerita dongeng untuknya, terkait cerita kancil. Maka saya pun mulai bercerita kembali tentang "KANCIL, ANJING & BUAYA".
Inti ceritanya adalah kancil terkena jebakan memedi sawah Pak Tani. Lalu kancil ditangkap Pak Tani dan dimasukkan kurungan. Tiba-tiba anjing mendekatinya. Dikatakan kepada anjing bahwa ia akan diajak ke tempat pesta oleh Pak Tani. Karena iri, anjing menggantikan kancil di dalam kurungan. Apa yang terjadi keesokan harinya? Anjing dipukuli Pak Tani yang jengkel.
Kancil pergi jauh untuk menghindari serangan kemarahan anjing. Perjalanannya harus menyeberangi sungai besar. Padahal, tidak ada jembatan dan tidak ada perahu. Lalu, dengan apa kancil menyeberang? Ternyata, kancil dapat memanfaatkan buaya untuk menyeberangi sungai.
Kancil pergi jauh untuk menghindari serangan kemarahan anjing. Perjalanannya harus menyeberangi sungai besar. Padahal, tidak ada jembatan dan tidak ada perahu. Lalu, dengan apa kancil menyeberang? Ternyata, kancil dapat memanfaatkan buaya untuk menyeberangi sungai.
Adapun pelajaran yang bisa diambil dari dongeng di atas antara lain, pertama, kita hendaknya waspada, jangan mudah percaya omongan orang. Jika tidak, kita bisa tertipu seperti anjing. Kedua, dalam menghadapi bahaya, kita harus berusaha menyelamatkan diri. Hal itu dicontohkan oleh kancil yang mampu keluar dari kurungan. Ketiga, kita hendaknya rajin belajar agar tidak bodoh seperti buaya yang dengan gampang ditipu kancil.
Bumi Salamodin
9 Desember 2017
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Komentar
Posting Komentar