Langsung ke konten utama

CHALLENGE #1, LEVEL #12: KELUARGA MULTIMEDIA; "VIDEO CALL WHATSAPP MENYATUKAN KELUARGA SAAT JAUH"

Pada tantangan 10 hari Kelas Bunda Sayang level 12 ini, kami mendapatkan materi terkait keluarga multimedia sebagai sarana kita untuk mendekatkan kebersamaan keluarga dengan keberadaan teknologi yang ada. Sebagaimana piramida ibu profesional yang berujung pada noble attitude, maka apapun yang dipelajari lewat teknologi nanti adalah untuk penyempurnaan akhlak, dimana tahapannya adalah :
🌸How to educate the children.
🌼How to manage family.
🌺How to be confidence.
🌹How to continous improvement.
🌷Noble attitude.

Dari materi keluarga multimedia tersebut, kami ditantang untuk mencari tahu berbagai aplikasi/teknologi yang bisa memudahkan para ibu dalam proses mendidik anak/memudahkan proses manajemen diri, keluarga dan komunitas/membuat para ibu jadi produktif/menambah amalan ibu untuk bisa makin bermanfaat bagi banyak orang. Satu hari cukup mencari tahu 1 teknologi/aplikasi (selain yang sudah dicontohkan oleh Ibunda Septi Peni), dipraktikkan, ditulis review dan dicantumkan link unduh/akses aplikasinya.

Pada tantangan hari pertama level 12 ini, kami memanfaatkan teknologi multimedia/aplikasi "VIDEO CALL" di WhatsApp. Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami setiap kali suami/ayahnya anak-anak pergi kerja keluar negeri, kami biasa berkomunikasi via video call di WhatsApp ini. Dalam akhir Januari - awal Februari ini suami/ayahnya anak-anak harus pergi keluar negeri selama dua kali, yaitu ke Riyadh, Saudi Arabia selama 15 hari, pulang ke rumah seminggu, kemudian berangkat lagi ke Thailand selama 5 hari.

Sebagaimana Selasa 6 Februari 2018 ino, saat suami masih di Bangkok Thailand, beliau menghubungi saya dan anak-anak via video call di WhatsApp, menanyakan kabar saya dan anak-anak, juga berbagi cerita kegiatan kami selama tidak bersama. Anak-anak sangat senang bisa tetap berkomunikasi dengan sang ayah meski berjauhan jarak. Esok harinya 6 Februari 2018, suami menghubungi kami kembali via video call dan kembali kami berkomunikasi. Sangat bermanfaat aplikasi ini untuk tetap menjalin komunikasi kami sekeluarga selama berjauhan.




Adapun bagaimana cara memanfaatkan aplikasi ini, pengguna WhatsApp, baik versi Android dan iOS, sudah bisa menjajal fitur panggilan video (video call) ini. Untuk melakukan panggilan video, kedua kontak harus memperbarui aplikasi ke versi terbaru lebih dahulu. Jika tidak, WhatsApp akan menampilkan pesan error yang menyatakan kontak belum memperbarui aplikasi. Pengguna iOS sudah mendapatkan pembaruan WhatsApp versi 2.16.17 yang memiliki fitur baru video call tersebut. Sementara itu, pengguna Android bakal menemukan fitur panggilan video melalui WhatsApp versi 2.16.352.

Untuk memulai panggilan video, pilih kontak yang diinginkan dari daftar kontak yang dimiliki. Setelah itu, di layar percakapan dengan kontak, akan ditampilkan menu untuk melakukan video call atau voice call di pojok kanan atas. Ada sedikit perbedaan desain panggilan video antara WhatsApp versi Android dan iOS. Yang pasti, desain keduanya sama-sama sederhana.

Di versi Android, panggilan bisa dilakukan dengan menekan tombol ikon telepon di pojok kanan atas nama kontak. Setelah tombol ditekan, WhatsApp akan menampilkan pilihan Voice Call dan Video Call. Selanjutnya, pengguna tinggal menekan Video Call. Sementara, untuk versi iOS, ada dua ikon yang tersedia di pojok kanan atas nama kontak. Ikon pertama menampilkan gambar video, sedangkan ikon kedua merupakan gambar gagang telepon. Untuk melakukan panggilan video, tekan saja ikon video tersebut. Gagang telepon dipakai untuk melakukan voice call.

Secara singkat, langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memulai video call adalah sebagai berikut:
1. Update WhatsApp ke versi terbaru di Android dan iOS.
2. Pilih kontak yang diinginkan dari daftar.
3. Tekan tombol video call/voice call di pojok kanan atas bagi pengguna Android, menu baru akan muncul untuk memilih voice call atau video call.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.whatsapp


 


Bumi Salamodin, Februari 2018
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...