Langsung ke konten utama

CHALLENGE #11, LEVEL #3; MERAPIHKAN RUMAH & HALQAH SANG BUAH HATI

Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan family project yang ke-11. Ada dua kegiatan yang kami sepakati dilaksanakan di sore hari Ahad ini, yakni kerja bakti MERAPIHKAN RUMAH dan HALQAH SANG BUAH HATI.

Family project yang pertama berupa kerja bakti merapihkan rumah kami laksanakan sore hari sekitar jam 17. Pagi harinya saya dan suami ada agenda pengajian sehingga baru pulang ke rumah siang hari, dilanjutkan istirahat sampai ashar. Untuk kerja bakti mwrapihkan rumah ini, saya memberikan kepada putra-putri saya pilihan tentang jenis kegiatan merapihkan rumah apa yang ingin dilakukan. Ternyata putra pertama saya, Mush’ab, memilih untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. Adapun Zahwa dan Sa’ad memilih untuk merapihkan bufet buku dan memindahkan buku pelajaran Zahwa dari lemari di dalam kamar depan ke bufer buku di ruang tengah. Adapun saya sendiri melipat baju-baju hasil dijemur, mencuci baju kotor, menyetrika baju yang akan dipakai besok, juga menjemur pakaian. Si bungsu Shafa sudah lebih dahulu berinisiatif mengepel lantai kamar depan dan ruang keluarga yang becek akibat Shafa selesai mandi dengan kondisi air di badan masih bercucuran. Sang ayah bertugas untuk membeli nasi goreng ke luar rumah ba’da maghrib tadi.


Kegiatan putra-putri saya berhenti saat adzan maghrib berkumandang. Selesai shalat maghrib, mereka keberatan untuk melanjutkan kegiatan merapihkan rumahnya dengan alasan sudah lelah. Akhirnya saya sendiri yang terus melanjutkan kegiatan merapihkan rumah ini sampai jam 20.00 WI33B. Pada jam tersebut bersamaan sang ayah pulang membawa nasi goreng. Lalu kami makan nasi goreng bersama, sedangkan perkerjaan merapihkan rumah tertunda, baru sebagian.

Selepas kegiatan makan malam, saya melaksanakan kegiatan mengisi halqah keempat putra-putri saya selama levih dari 30 menit. Tema yang saya bahas malam ini adalah kebenaran Islam. Saat halqah berlangsung, Mush’ab tidur kecapaian di kursi. Adapan ketiga putra-putri saya masih mengikuti hingga akhir halqah. Semoga mereka diberikan pemahaman agama yang lurus oleh Allah SWT. Aamiin.




Bumi Salamodin
Ahad, 2 April 2017

#TantanganHari11
#GameLevel3
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKecerdasanAnak
#MyFamilyMyTeam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...