CHALLENGE #2, LEVEL #5; "PUTRA-PUTRIKU, SEMOGA KALIAN SEMAKIN MENCINTAI MEMBACA BUKU DAN MENUNTUT ILMU"
Alhamdulillah ini hari terakhir Zahwa mengikuti UAS susulan setelah lebih dari seminggu ia sakit. Sepulang dari sekolah tadi siang sekitar jam 10.30, Zahwa mengambil beberapa buku cerita baru, lalu ia mulai membaca buku cerita, satu demi satu. Hingga adzan isya berkumandang, Zahwa telah menyelesaikan membaca lima buah judul buku cerita baru sebagai berikut:
- Singgasana Belalang
- Adik Baru
- Narkoba, Jangan Coba-coba!
- Zubair bin Awwam, Setia Membela Kebenaran
- Smack Down, Berbahaya Lho!
Di samping kelima judul buku cerita di atas, Zahwa pun menyelesaikan membaca satu judul buku cerita sahabat Rasul yang kemarin belum tuntas dibacanya, berjudul “Usamah bin Zaid, Panglima Muda Belia”.
Melihat kakaknya Zahwa semangat membaca buku cerita, Shafa pun tak mau ketinggalan. Ia mengambil beberapa buku cerita dan meminta saya membacakan isi cerita dari buku yang telah dipilihnya. Usia Shafa baru 5 tahun dan ia belum bisa membaca. Namun kemampuan mendengar Shafa sejak batita sangat bagus sehingga perbendaharaan kosakata bahasanya sudah banyak, juga pandai menceritakannya kembali setiap apapun yang didengarkannya. Saya menawarkan Shafa untuk membaca buku ceritanya agak sore karena saat siang tadi fisik saya agak kelelahan. Akhirnya karena sore hari anak-anak minta jalan-jalan serta persiapan buka shaum, akhirnya saya baru bisa membacakan Shafa buku cerita mulai ba’da maghrib. Sampai menjelang pukul 20 lebih, Shafa telah meminta saya membacakan empat judul buku cerita sebagai berikut:
- Tergoda Rayuan Iblis
- Singgasana Belalang
- Sa’ad bin Abi Waqqash, Panglima Perang Qodisiyah
- Adik Baru
Sebenarnya saat saya membacakan buku cerita Sa’ad bin Abi Waqqash, karena fisk saya yang kelelahan, saya menawarkan kepada Shafa bahwa ini judul buku terakhir untuk dibaca malam ini. In syaa Allah kegiatan membacanya dilanjutkan besok. Rupanya Shafa masih semangat untuk terus membaca. Saat saya sudah mulai teetidur di aiai Shafa, tiba-tiba Shafa menanyakan apa bunyi tulisan yang ditunjuknya. Ternyata Shafa mengambil buku berjudul “Adik Baru” sebagai bacaan berikutnya. Ia mencoba menerka dan meraba huruf demi huruf dari tulisan yang dilihatnya dibaca apa. Masya Allah saya ga tega membiarkan hal itu. Akhirnya saya mbacakan sedikit demi sedikit yang diikuti Shafa mengucapkan kembali apa yang saya katakan dari isi buku cerita tersebut sampai akhir. Setelah itu saya kembali membujuk Shafa untuk melanjutkan membacanya esok hari. Ia pun setuju dan menyampaikan akan membaca kembali sepulang pembagian raport dari sekolah.
Adapun Sa’ad dalam kegiatan membaca ini, saya menemukan sedikit tantangan. Motivasi belajar dan membaca Sa’ad pasca traumatic yang pernah dialaminya masih belum meningkat. Saya harus membujuknya berulang kali tanpa harus memaksanya. Saya kembali menawarkan membantunya membacakan buku ceritanya. Akhirnya Sa’ad mau menerima tawaran saya. Saya pilihkan buku cerita mini berjudul “Manfaat Amal Saleh”. Awalnya Sa’ad hanya mau mendengarkan sambil memainkan hp saya, namun saya beehasil membujuknya untuk menyimpan hp dan fokus mendengarkan saya membacakan cerita dengan memperhatikan gambar dalam buku ceeita tersebut. Sa’ad pun mau melakukan itu sampai selesai saya membacakan ceritanya.
Tantangan berikutnya saya temukan saat memotivasi Si Sulung membaca buku cerita, minimal 1 hari = 1 buku cerita, demikian saya sampaikan pada Mush’ab yang sedang tiduran di ruang keluarga di dekat Sa’ad.
“Kenapa harus membaca, Ummi?” tanya Sa’ad.
“Supaya anak-anak menjadi pintar,” demikian jawaban saya.
Mush’ab menolak untuk membaca 1 hari = 1 buku cerita. Ia beralasan bahwa semua buku cerita yang dimilikinya sudah berulang-ulang ia baca sejak kecil. Selain itu ia beralasan bahwa setiap hari ia sudah banyak membaca buku pelajaran sekolah. Nah, berarti tugas saya adalah memastikan apakah buku pelajaran sekolah bisa termasuk objek buku yang bisa dilaporkan di tantangan 10 hari Kelas Bunda Sayang tentang “Menstimulus Anak Suka Membaca” ini? Akhirnya saya pun tidak memaksanya karena memang ia masih fokus belajar untuk UAS besok hari.
Oya ada satu hal istimewa dan menyenangkan buat Zahwa dan Shafa hari ini adalah selesai membaca buku-buku cerita pada hari ini, mereka kemudian membuat daun-daun untuk ditempel di pohon literasi membaca masing-masing. Saya membantu mereka mengguntingkan daunnya dari kertas origami berwarna hijau muda. Lalu membantu mereka menuliskan judul buku yang telah dibaca pada setiap daun. Lalu Zahwa dan Shafa mengolesi belakang daun dengan lem dan menempelkannya pada pohon literasi masing-masing dengan semangat. Wah hari ini, pohon literasi Shafa sudah memiliki lima helai daun, sedangkan Zahwa memiliki sembilan helai daun, Sa’ad memiliki dua helai daun, sedangkan Kakak Mush’ad masih menunggu informasi tentang buku pelajaran. Barokallohu fiikum, putra-putriku, semoga semakin mencintai membaca buku dan menuntut ilmu. Aamiin Ya Mujiib ad-Du’a. 😍😍😍😍
Bumi Salamodin
Jumat, 9 Juni 2017
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Komentar
Posting Komentar