Langsung ke konten utama

CHALLENGE #7, LEVEL #5; "SEMOGA KEDUA KISAH INI BISA MEMBERI KETELADANAN DALAM MEMBANGUN KEPRIBADIANMU, NAK!"

Hari ini ba’da isya, saya baru bisa mengajak anak-anak membaca buku. Zahwa dan Shafa terlihat sudah mengantuk dan kelelahan setelah seharian beraktivitas. Lalu saya tawarkan kepada anak-anak untuk menyimak cerita yang akan saya bacakan.


Jadilah malam ini saya membacakan dua judul cerita yang disimak oleh Zahwa, Shafa dan Sa’ad. Cerita pertama berjudul “Berikan Kabar Gembira kepada Temanmu Itu akan Kelahiran Anak Lelakinya!” yang diambil dari buku cerita “100 Kisah Teladan Tokoh Besar.” Cerita ini mengisahkan tentang keteladanan Khalifah Umar bin Khatthab pada suatu malam saat beliau berkeliling meninjau kondisi rakyatnya dari dekat. Beliau menemukan di depan sebuah rumah kecil, ada lelaki yang terlihat kebingungan. Sementara dari dalam rumah, terdengar rintihan seorang wanita. Rupanya wanita itu adalah istri lelaki yang sedang kebingungan karena rupanya istrinya mau melahirkan. Maka Umar segera pulang mencari istrinya, Ummu Kultsum dan mengajaknya kembali ke rumah wanita yang akan melahirkan itu. Selanjutnya Umar dan istrinya membantu keluarga tersebut menyiapkan proses persalinan hingga terlahir bayi lelaki dengan selamat.

Adapun buku cerita kedua yang saya bacakan berjudul “Kuda Laut Imut.” Ceritanya cukup panjang mengisahkan tentang perjuangan kuda laut kecil bersama dua temannya untuk meraih kemenangan dalam perlombaan adu kecepatan tim secara estafet di festival Laut Bunaken. Sesuatu yang awalnya dilihat tidak memungkinkan, namun dengan kegigihan dan strategi jitu akhirnya mampu memenangkan pertandingan mengalahkan tim lain yang hanya mengandalkan otot.


Saat cerita “Kuda Laut Imut” belum selesai saya bacakan, rupanya Shafa sudah tertidur pulas. Namun, saya tetap melanjutkan membaca cerita itu sampai akhir karena Sa’ad penasaran ingin mengetahui ending ceritanya. Sedangkan Zahwa hanya mendengarkan saja. Semoga kedua kisah ini bisa memberi keteladanan dalam membangun kepribadianmu, nak, putra-putriku. Aamiin Ya Mujiib ad-Du’a.

Bumi Salamodin
Rabu, 14 Juni 2017

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...