Langsung ke konten utama

Postingan

CHALLENGE #6; LEVEL #2; MANDIRI SEBAGAI SINGLE PARENT SAAT SUAMI JAUH

Jam menunjukkan pukul 14.30 WIB ketika di luar rumah hujan turun. Kian lama hujan kian deras, diselingi cahaya kilat dan suara petir menggelegar. Kalaulah bukan demi putri tercintaku yang sedang menunggu dijemput pulang dari sekolah, tentu berat rasanya aku melangkahkan kaki keluar rumah di tengah kondisi hujan lebat dengan udara yang cukup dingin ini. Namun naluri kasih sayang dan tanggung jawabku sebagai ibu mengalahkan apapun tantangan yang datang menghadang. Aku pun segera mengambil jas hujan dan helm, mengenakan keduanya, lalu menyiapkan sepeda motor kesayanganku. Setelah mesin motor kunyalakan, meluncurlah aku di atas kendaraan roda dua itu menembus derasnya butiran air hujan yang turun ke bumi. Angin dan jutaan butiran air hujan menerpa kencang wajah dan tubuhku, menyisakan tetesan-tetesan air hujan yang membasahi wajahku dan membuat basah kuyup jilbab bagian bawahku.  Sembilan hari sudah aku mengantar-jemput Zahwa dan Shafa guna belajar di sekolah. Jarak rumah ke sekol...

CHALLENGE #5; LEVEL #2; MANDIRI KARENA TERBIASA

Bunda, semoga tetap semangat dan sabar dalam melatih kemandirian putra-putrinya. Suatu tantangan istimewa untuk melatih kemandirian anak, perlu kedisiplinan, konsisten dan kesabaran. Kegiatan yang biasa diulang-ulang akan membangun kemandirian. Mandiri karena terbiasa, begitulah ungkapan yang tepat. Terkait kemandirian ini tidak ada salahnya kita mencontoh pola asuh di Jepang.  Psikolog Anak, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi mengatakan bahwa selain disiplin, kelekatan ibu dan anak, nilai positif dari pola asuh di Jepang adalah kemandirian. Anak sedini mungkin dibiasakan melakukan aktivitas yang menyangkut dirinya dilakukan secara mandiri. Kegiatan seperti  merapikan mainan, merapikan baju, makan, sampai ke toilet training sudah dibiasakan sejak sedini mungkin, sehingga bertambah usia anak sudah biasa sendiri,” jelasnya dalam acara 'Learning from the Positive of Japanese Parenting', di Aeon Mall, BSD City, kemarin. Di hari kelima ini alhamdulillah keempat putra dan putri s...

CHALLENGE #4; LEVEL #2; BERLATIH KEMANDIRIAN ANAK DENGAN PRACTICAL LIFE SKILLS

Bunda, semoga masih semangat dengan kegiatan melatih kemandirian anak. Di hari libur ini keempat putra dan putri saya kembali melakukan kegiatan yang hampir sama dengan hari sebelumnya. Putra pertama, Mush'ab, selesai shalat shubuh membereskan tempat tidurnya sendiri dan tempat tidur milik Sa'ad, lalu membantu saya belanja telur 1 kg juga makanan kudapan ke warung samping rumah. Selanjutnya ia mengeluarkan sepeda motor dari garasi, sekaligus memasukkan motor ke garasi pada sore harinya. Malam ba'da shalat maghrib, Mush'ab membantu putra kedua saya membuat spaghetti telur, lalu meyiapkan makan malam sendiri dan sekitar jam 9 malam ia menemani Sa'ad pergi membelikan nasi goreng buat Zahwa karena Zahwa minta dibelikan nasi goreng. Putra kedua saya, Sa'ad, karena sejak kemarin sore badannya demam, maka pagi hari ini ia tidak banyak melakukan kegiatan di rumah. Kegiatan melatih kemandiriannya baru dilakukan malam hari ba'da maghrib, yakni saat ia berinisiatif un...

CHALLENGE #3; LEVEL #2; CITRA DIRI ANAK TUMBUH BERSAMA KEMANDIRIANNYA

Siang itu saat bersih-bersih rumah dan menyapu lantai ruang keluarga, saya baru menyadari kalau filter untuk menjaga kebersihan air aquarium di rumah kami ternyata tidak berfungsi. Entah sejak kapan filter itu mati. Padahal filter ini sangat penting untuk menjaga air aquarium tetap bersih, tidak keruh dan cukup kadar oksigen di dalamnya. Tanpa filter, air aquarium akan cepat kotor, keruh dan kekurangan kadar oksigen akibat banyaknya kadar CO2 hasil pernafasan ikan di dalam air. Walhasil, selain merusak pemandangan saat menikmati keindahan ikan-ikan kesayangan, tidak jarang juga menyebabkan kematian ikan. Kekhawatiran inilah yang menyebabkan saya berpikir untuk segera memperbaikinya. Sayangnya, suami sedang kerja di luar kota selama dua minggu, kedua putra saya yang selama ini mengurus aquarium sedang bermain di luar rumah. Harapan paling besar adalah minta tolong kakak sepupu yang sekaligus kakak ipar saya yang memang jago di bidang listrik dan elektronika. Namun sebelum meminta b...

CHALLENGE #2; LEVEL #2; MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN CARA BERPIKIR DAN BERTINDAK SEJAK USIA DINI

Kemandirian merupakan salah satu aspek terpenting yang harus dimiliki setiap individu dan anak. Karena selain dapat mempengaruhi kinerjanya, juga berfungsi untuk membantu mencapai tujuan hidupnya, prestasi, kesuksesan serta memperoleh penghargaan. Tanpa didukung oleh sifat mandiri, maka individu maupun anak akan sulit untuk mencapai sesuatu secara maksimal dan akan sulit pula baginya untuk meraih kesuksesan (Yusuf, 2009). Kemandirian berasal dari kata mandiri. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional, 2005), mandiri berarti keadaan dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain. Sedangkan kemandirian adalah hal-hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Kemandirian (autonomi) menurut Hurlock (Yusuf, 2009) adalah individu memiliki sikap mandiri dalam cara berpikir dan bertindak, mampu mengambil keputusan mengarahkan dan mengembangkan serta menyesuaikan diri sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungannya. Terkait deng...

CHALLENGE #10; LEVEL #1; ALLAH MENILAI USAHA & DOA KITA, SEKECIL APAPUN...!

Hari baru, semangat baru. Di hari penuh tantangan ini, saya kembali bertekad bisa menjalani 24 jam pada hari ini dengan menerapkan komunikasi produktif kepada suami dan keempat putra-putri saya. Tentu bukan hal yang mudah, akan banyak tantangan sebagaimana hari-hari sebelumnya. Namun kesuksesan tidak akan pernah bisa kita raih tatkala kita tidak istiqomah dalam menjalani proses ini. Ya sebuah proses, untuk terus melatih diri menerapkan komunikasi produktif.  Alhamdulillah dalam menjalani proses hari ini, beberapa item komunikasi produktif berhasil saya terapkan kepada anak-anak. Item itu diantaranya adalah saya memberikan pujian yang jelas kepada putri ketiga saya, Zahwa. "Zahwa hebat, pintar, shalihah, bisa bangun paling pagi dan sekarang sudah siap berangkat sekolah..," demikian apresiasi saya. Adapun saat menggerakkan si sulung untuk segera mandi agar tidak terlambat pergi ke sekolah, saya terapkan item " keep information short & simple (KISS) , mengendalika...

CHALLENGE #9; LEVEL #1; HAMASAH, ISTIQOMAH TERUS MENJALANI PROSES...!

Seperti biasa kesibukan sejak pagi jam 4.30 telah dimulai di hari Selasa ini. Putri ketigaku, Zahwa tidak seperti biasanya, ia bangun lebih cepat. Setelah minum susu, ia segera mandi,  memakai baju seragam, kemudian shalat shubuh. Karena hari masih jam 5.30 pagi, Zahwa memutuskan ikut saya belanja ke warung. Saat keluar rumah menuju warung, saya tidak lupa mengapresiasi perubahan sikapnya yang luar biasa, "Wah, Zahwa hebat, masih pagi sudah siap berangkat sekolah!" Sepulang dari warung, saya siapkan sarapan buat Si sulung dan Zahwa. Mereka makan berdua karena si bungsu belum bangun. Jam 6 pagi, keduanya sudah siap berangkat sekolah diantar sang ayah. Tidak lupa, saat berangkat keduanya salam dan saya sampaikan harapan kepada Si sulung agar di sekolah bersikap baik, shalih, dan bicara yang baik saja. Saya pun berjanji kepada Zahwa akan menjemputnya pulang sekolah nanti. Alhamdulillah saya bersyukur pagi ini berhasil menyiapkan Si sulung dan Zahwa sampai keduanya berangkat se...