Bunda, semoga masih semangat dengan kegiatan melatih kemandirian anak. Di hari libur ini keempat putra dan putri saya kembali melakukan kegiatan yang hampir sama dengan hari sebelumnya. Putra pertama, Mush'ab, selesai shalat shubuh membereskan tempat tidurnya sendiri dan tempat tidur milik Sa'ad, lalu membantu saya belanja telur 1 kg juga makanan kudapan ke warung samping rumah. Selanjutnya ia mengeluarkan sepeda motor dari garasi, sekaligus memasukkan motor ke garasi pada sore harinya. Malam ba'da shalat maghrib, Mush'ab membantu putra kedua saya membuat spaghetti telur, lalu meyiapkan makan malam sendiri dan sekitar jam 9 malam ia menemani Sa'ad pergi membelikan nasi goreng buat Zahwa karena Zahwa minta dibelikan nasi goreng.
Putra kedua saya, Sa'ad, karena sejak kemarin sore badannya demam, maka pagi hari ini ia tidak banyak melakukan kegiatan di rumah. Kegiatan melatih kemandiriannya baru dilakukan malam hari ba'da maghrib, yakni saat ia berinisiatif untuk membuat spaghetti telur sendiri. Dibantu kakaknya, Mush'ab, ia pun membuat spaghetti telur dan menyiapkan makan malamnya sendiri. Selesai makan malam, ia memperbaiki kipas angin yang tidak berfungsi on/off-nya hingga berfungsi kembali. Dan sekitar jam 9 ia berinisiatif membantu membelikan nasi goreng buat Zahwa ditemani kakaknya, Mush'ab.
Putra kedua saya, Sa'ad, karena sejak kemarin sore badannya demam, maka pagi hari ini ia tidak banyak melakukan kegiatan di rumah. Kegiatan melatih kemandiriannya baru dilakukan malam hari ba'da maghrib, yakni saat ia berinisiatif untuk membuat spaghetti telur sendiri. Dibantu kakaknya, Mush'ab, ia pun membuat spaghetti telur dan menyiapkan makan malamnya sendiri. Selesai makan malam, ia memperbaiki kipas angin yang tidak berfungsi on/off-nya hingga berfungsi kembali. Dan sekitar jam 9 ia berinisiatif membantu membelikan nasi goreng buat Zahwa ditemani kakaknya, Mush'ab.
Adapun kegiatan melatih kemandirian yang dilakukan putri ketiga saya, Zahwa, pagi hari ia mampu mandi sendiri tanpa saya bantu, kemudian siang hari bermain dengan shafa dan dua keponakan saya di rumah. Selesai bermain ia merapihkan kembali berbagai macam mainan yang dipakainya bermain ke tempat semula dibantu Shafa dan dua keponakan saya. Sore harinya Zahwa ikut membantu saya menyapu halaman depan rumah. Menjelang isya, ia mempersiapkan perlengkapan sekolahnya sendiri, mulai dari tas, buku pelajaran, alat tulis dan seragam sekolahnya. Sekitar jam 9 malam, Zahwa bisa makan nasi goreng sendiri yang dibelikan Sa'ad dan Mush'ab tanpa saya suapi.
Putri bungsu saya, Shafa, hari Ahad ini mampu melakukan mandi sendiri tanpa saya bantu, kemudian siang hari bermain dengan Zahwa dan dua keponakan saya di rumah. Selesai bermain, Shafa bersama Zahwa dan dua keponakan saya, merapihkan kembali berbagai macam mainan yang dipakainya bermain ke tempat semula. Siang hari Shafa dibantu saya mengerjakan PR membuat huruf V. Lalu sore harinya Shafa berinisiatif sendiri ikut membantu saya menyapu halaman depan rumah. Sekitar jam 9 malam, Shafa bisa makan nasi goreng sendiri yang dibelikan Sa'ad dan Mush'ab tanpa saya suapi.
Alhamdulillah, keempat putra dan putri saya hari ini berhasil melatih kemandiriannya dengan melakukan berbagai macam kegiatan di atas tanpa paksaan. Bahkan istimewanya, di antara kegiatan yang mereka lakukan adalah berlatih kemandirian dengan kegiatan keterampilan kehidupan (practical life skills) yang sangat penting bagi kehidupannya sehari-hari di masa mendatang. Salah satunya adalah kegiatan memasak. Wah, anak laki-laki memasak, memangnya ga boleh? Memasak ini termasuk practical life skill yang harus dimiliki siapa saja, laki-laki maupun perempuan. Coba kita bayangkan jika di medan jihad yang ada laki-laki semua, terus tidak ada yang bisa memasak makanan, nantinya bisa berabe...! Profesi chef sekarang juga banyak disandang laki-laki.
Anak sangat perlu diajarkan tentang practical life skills ini karena tujuan akhirnya membuat anak memiliki kualitas hidup yang lebih baik, bisa hidup mandiri dan lebih percaya diri. Selain itu, banyak sekali manfaat yang melekat pada pribadi anak ketika ia mempunyai life skills yang terlatih, di antaranya anak :
-mengerti diri sendiri dan membangun identitas diri,
-meningkatkan kompetensi psikososial dan membentuk hubungan sosial yang positif,
-seimbang antara dirinya dan dunia luar,
-mengerti emosi-emosi mereka,
-meningkatkan potensi kognitif mereka,
-menghadapi hubungan dengan orang tua dan teman sebaya,
-kesadaran untuk peka atas peran jenis,
-mengambil keputusan dari hari ke hari,
-bersikap positif untuk melindungi dirinya, dan sebagainya.
Life skills diajarkan dengan cara dilatihkan berulang kali, bertahap hingga menjadi kebiasaan baik. Cara pengajaran life skills pun perlu disesuaikan dengan gaya belajar anak, apakah auditory, visual atau kinestetik. Di sinilah sangat diperlukan keterampilan orang tua saat mengajarkan life skills pada anak, yaitu dari segi cara berkomunikasi, cara pengawasan, orang tua harus menjadi model yang baik, serta penerapan disiplin yang tepat dan konsisten, serta realistis dan peka terhadap kondisi, karakter dan gaya belajar anak. Semoga saya dimudahkan dalam melaksanakannya. Aamiin Ya Mujiib ad-Du'a.
Bumi Salamodin
Ahad, 26 Februari 2017
#Hari4
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Komentar
Posting Komentar