Siang itu saat bersih-bersih rumah dan menyapu lantai ruang keluarga, saya baru menyadari kalau filter untuk menjaga kebersihan air aquarium di rumah kami ternyata tidak berfungsi. Entah sejak kapan filter itu mati. Padahal filter ini sangat penting untuk menjaga air aquarium tetap bersih, tidak keruh dan cukup kadar oksigen di dalamnya. Tanpa filter, air aquarium akan cepat kotor, keruh dan kekurangan kadar oksigen akibat banyaknya kadar CO2 hasil pernafasan ikan di dalam air. Walhasil, selain merusak pemandangan saat menikmati keindahan ikan-ikan kesayangan, tidak jarang juga menyebabkan kematian ikan.
Kekhawatiran inilah yang menyebabkan saya berpikir untuk segera memperbaikinya. Sayangnya, suami sedang kerja di luar kota selama dua minggu, kedua putra saya yang selama ini mengurus aquarium sedang bermain di luar rumah. Harapan paling besar adalah minta tolong kakak sepupu yang sekaligus kakak ipar saya yang memang jago di bidang listrik dan elektronika. Namun sebelum meminta bantuan beliau, saya berinisiatif untuk mencoba memperbaikinya sendiri.
Saya belum menemukan apa penyebab tidak berfungsinya filter air tersebut. Dan selama ini saya tidak pernah memperhatikan bagaimana cara pemasangan filter air di dalam aquarium. Saya berpikir mungkin viting kabel filternya tidak terpasang baik di stop kontak listrik. Setelah saya coba beberapa kali memperbaiki pemasangan, tetap saja filter tidak berfungsi. Saya kemudian mengangkat filter air tersebut ke kamar mandi dan membersihkan bagian dalam filter yang penuh dengan kotoran hasil saringan dari air aquarium, kasa di dalam filter karena sudah sangat kotor saya buang dan berencana membeli yang baru. Lalu saya pasang kembali di aquarium. Namun tetap tidak berfungsi.
Sore hari menjelang maghrib, kedua putra saya pulang ke rumah. Saya sampaikan kepada putra kedua, Sa'ad bahwa filter air aquarium tidak berfungsi. Atas inisiatifnya sendiri, Sa'ad lalu mencoba memperbaiki filter air tersebut. Secara mandiri, ia membersihkan bagian pipa filter dan memeriksa beberapa bagian lain yang di simpan di dalam air, kemudian dipasangnya di dalam aquarium. Saya tidak terlalu memperhatikan aktivitasnya tersebut karena sibuk membereskan rumah persiapan untuk ta'lim al-Qur'an ba'da maghrib ini. Tidak berapa lama, Sa'ad berhasil memperbaiki filter air aquarium tersebut dan alhamdulillah kembali berfungsi. Wah salut, ternyata diam-diam, Sa'ad punya potensi luar biasa di bidang teknik.
Dari kejadian ini saya semakin menyadari bahwa setiap anak dilahirkan dengan keistimewaan, kekhasan dan potensi masing-masing. Dan anak yang mandiri adalah anak yang diberi kesempatan untuk menerima dan menjadi dirinya sendiri. Orang tua yang memperlakukan anak-anak menurut kekhasan mereka masing-masing adalah orang tua yang belajar bersikap positif menghadapi berbagai perbedaan karakter, kepandaian ataupun potensi anak. Orang tua jangan memberi pembanding yang tidak adil di antara anak-anak. Anak-anak harus diajarkan untuk percaya bahwa dirinya "istimewa" dalam kekhasan mereka masing-masing. Dalam hal ini latihan melalui setiap peristiwa dalam hidupnya merupakan persiapan untuk membangun citra diri anak. Pembanding yang sehat di tengah kompetisi dengan teman-teman dan anggota keluarga yang lain akan menolong anak menemukan dirinya. Masa depan anak akan bertumbuh bersama proses pembentukan kepribadiannya. Di samping semua bekal fasilitas ilmu, bimbingan tsaqofah Islam menjadi sangat penting dalam membekali anak untuk mampu mengaktualisasikan kemandiriannya. Semoga Sa'ad akan menemukan citra dirinya kembali tumbuh bersama semakin baiknya kemandirian dan kepribadian Islamnya. Aamiin Ya Mujiib ad-Du'a.
Kekhawatiran inilah yang menyebabkan saya berpikir untuk segera memperbaikinya. Sayangnya, suami sedang kerja di luar kota selama dua minggu, kedua putra saya yang selama ini mengurus aquarium sedang bermain di luar rumah. Harapan paling besar adalah minta tolong kakak sepupu yang sekaligus kakak ipar saya yang memang jago di bidang listrik dan elektronika. Namun sebelum meminta bantuan beliau, saya berinisiatif untuk mencoba memperbaikinya sendiri.
Saya belum menemukan apa penyebab tidak berfungsinya filter air tersebut. Dan selama ini saya tidak pernah memperhatikan bagaimana cara pemasangan filter air di dalam aquarium. Saya berpikir mungkin viting kabel filternya tidak terpasang baik di stop kontak listrik. Setelah saya coba beberapa kali memperbaiki pemasangan, tetap saja filter tidak berfungsi. Saya kemudian mengangkat filter air tersebut ke kamar mandi dan membersihkan bagian dalam filter yang penuh dengan kotoran hasil saringan dari air aquarium, kasa di dalam filter karena sudah sangat kotor saya buang dan berencana membeli yang baru. Lalu saya pasang kembali di aquarium. Namun tetap tidak berfungsi.
Sore hari menjelang maghrib, kedua putra saya pulang ke rumah. Saya sampaikan kepada putra kedua, Sa'ad bahwa filter air aquarium tidak berfungsi. Atas inisiatifnya sendiri, Sa'ad lalu mencoba memperbaiki filter air tersebut. Secara mandiri, ia membersihkan bagian pipa filter dan memeriksa beberapa bagian lain yang di simpan di dalam air, kemudian dipasangnya di dalam aquarium. Saya tidak terlalu memperhatikan aktivitasnya tersebut karena sibuk membereskan rumah persiapan untuk ta'lim al-Qur'an ba'da maghrib ini. Tidak berapa lama, Sa'ad berhasil memperbaiki filter air aquarium tersebut dan alhamdulillah kembali berfungsi. Wah salut, ternyata diam-diam, Sa'ad punya potensi luar biasa di bidang teknik.
Dari kejadian ini saya semakin menyadari bahwa setiap anak dilahirkan dengan keistimewaan, kekhasan dan potensi masing-masing. Dan anak yang mandiri adalah anak yang diberi kesempatan untuk menerima dan menjadi dirinya sendiri. Orang tua yang memperlakukan anak-anak menurut kekhasan mereka masing-masing adalah orang tua yang belajar bersikap positif menghadapi berbagai perbedaan karakter, kepandaian ataupun potensi anak. Orang tua jangan memberi pembanding yang tidak adil di antara anak-anak. Anak-anak harus diajarkan untuk percaya bahwa dirinya "istimewa" dalam kekhasan mereka masing-masing. Dalam hal ini latihan melalui setiap peristiwa dalam hidupnya merupakan persiapan untuk membangun citra diri anak. Pembanding yang sehat di tengah kompetisi dengan teman-teman dan anggota keluarga yang lain akan menolong anak menemukan dirinya. Masa depan anak akan bertumbuh bersama proses pembentukan kepribadiannya. Di samping semua bekal fasilitas ilmu, bimbingan tsaqofah Islam menjadi sangat penting dalam membekali anak untuk mampu mengaktualisasikan kemandiriannya. Semoga Sa'ad akan menemukan citra dirinya kembali tumbuh bersama semakin baiknya kemandirian dan kepribadian Islamnya. Aamiin Ya Mujiib ad-Du'a.
Bumi Salamodin
Jumat, 24 Februari 2017
#Hari3
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Komentar
Posting Komentar