Langsung ke konten utama

CHALLENGE #7; LEVEL #2; SEMOGA KEPERCAYAAN DIRI & KEMANDIRIANMU TERUS TUMBUH, NAK...!

Bunda, semoga masih bersemangat dalam perjuangan melatih kemandirian putra-putrinya. Di hari ketujuh ini alhamdulillah keempat putra dan putri saya masih terus berlatih melakukan beberapa kegiatan rutin secara mandiri. Bahagianya lagi, selalu ada tambahan kegiatan baru yang dilakukan oleh si bungsu Shafa atas inisiatifnya sendiri.

Putra Pertama, Mush'ab (13,5 Tahun)
Aktivitas Mush’ab hari ini tidak berbeda jauh dengan hari-hari sebelumnya. Di antaranya adalah di pagi hari ia membereskan tempat tidurnya sendiri. Selesai belajar al-Quran di sore hari, Mush’ab memasukkan pakaian-pakaian kotor ke dalam mesin cuci dan mencucinya, juga membantu saya memasukkan motor ke dalam garasi. Tiga kegiatan ini alhamdulillah tampaknya sudah menjadi kegiatan rutin harian Mush’ab.

Putra Kedua, Sa'ad (11 Tahun)
Hari ini Sa’ad seperti biasa membereskan tempat tidurnya sendiri. Sore harinya, Sa’ad membantu menutup beberapa jendela rumah, juga memasukkan sepedanya ke dalam rumah. Ba’da maghrib, Sa’ad meminta izin untuk membuat spaghetti telur yang merupakan makanan kesukaannya. Saya pun mengizinkan. Akhirnya Sa'ad membuat spaghetti telur sendiri dan hasil masakannya pun dimakan bersama oleh keempat putra-putriku.

Putri Ketiga, Zahwa (7 Tahun)
Hari ini Zahwa mampu mandi sore sendiri,  makan malam sendiri tanpa disuapi dan seperti biasa sebelum tidur ia menyiapkan perlengkapan sekolahnya sendiri. Tidak lupa Zahwa menyiapkan uang yang dimintanya dari saya untuk ditabungnya di sekolah besok.

Putri Keempat, Shafa (5 Tahun)
Hari ini putri bungsuku, Shafa, mandi pagi sendiri dan seperti biasa masuk sekolah mandiri tanpa perlu saya dampingi. Hal ini telah terwujud sejak awal Shafa masuk sekolah TK 2 tahun lalu. Siang harinya sepulang dari sekolah, Shafa membuka buku tugas hariannya, lalu membuat huruf X dibantu saya. Selesai mengerjakan tugasnya, seperti biasa Shafa bermain dengan keponakan saya hingga ashar. Malam hari selepas maghrib, Shafa berinisiatif merapihkan tempat tidurnya sendiri, dilanjutkan merapihkan buku-buku miliknya dan milik Zahwa di lemari buku, serta merapihkan mainan puzlenya. MasyaAllah banyak aktivitas yang dilakukan putri bungsuku ini atas inisiatifnya sendiri. Semoga kepercayaan diri dan kemandirianmu akan terus tumbuh hingga kau dewasa kelak nak… Aamiin Ya Mujiib ad-Du’a.  


Bumi Salamodin
Rabu, 1 Maret 2017

#Hari7
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...