Langsung ke konten utama

CHALLENGE #8; LEVEL #2; MEMBANGUN KEMANDIRIAN ANAK UNTUK MENGATASI TANTANGAN HIDUP

Orang tua yang selalu menanamkan kemandirian pada anak sejak kecil sesungguhnya telah memberi modal besar pada anak untuk mengatasi masalah hidupnya di kemudian hari. Anak yang terbiasa mandiri sejak kecil tidak mudah menyerah pada tantangan yang dihadapinya. Sebaliknya, ia akan berusaha dengan gigih untuk mengatasi tantangannya terlebih dulu sebelum melibatkan orang lain. Dan pada tantangan hari ke delapan melatih kemandirian anak ini, saya menghadapkan putra-putri saya pada tantangan yang harus diatasinya.

Ba'da maghrib ini Mush'ab menghadapi tantangan kehabisan telur goreng sebagai salah satu lauk makan malamnya. Awalnya ia menanti saya --yang sedang sibuk mencuci piring--  untuk memasakkannya telur. Melihat saya masih belum selesai mencuci piring, sementara perutnya sudah lapar, akhirnya tantangan yang dihadapinya ini ia selesaikan dengan memasak telur goreng sendiri. Nah, ini baru anak yang mandiri...!

Tantangan lainnya dihadapi putri bungsu saya, Shafa. Pulang sekolah ia mendapatkan majalah "Pintar Belajar" dari sekolah TK-nya. Sore hari sepulang bermain, ia membuka majalah itu, lalu ia bermaksud belajar mengerjakan kegiatan yang ditugaskan di dalam majalah tersebut. Kegiatan yang ditugaskan di dalam majalah tersebut berupa menghitung benda, penambahan, pengurangan, menebalkan huruf, menggunting dan menempelkan gambar dan sebagainya. Setiap tugas diakhiri dengan mewarnai semua gambar yang ada di dalam majalah tersebut. Tantangan yang Shafa hadapi saat mau mengerjakan tugas di dalam majalah tersebut adalah ia belum bisa membaca karena usianya masih dini  sehingga belum bisa memahami isi tugas dalam setiap halaman. Ia pun meminta saya menjelaskan apa tugas yang harus dikerjakannya di majalah tersebut. Saya menjelaskannya singkat dan membiarkannya mengerjakan kegiatan belajar sendiri serta memberikannya ruang untuk berekspresi dengan mewarnai gambar sesuai warna pilihannya di dalam majalah tersebut. Akhirnya ia berhasil mengerjakan tugas sebanyak 4 halaman pada majalah tersebut. Setelah kelelahan, akhirnya Shafa pergi tidur.

Pelajaran yang bisa saya ambil pada kegiatan anak-anak hari ini adalah membangun kepercayaan diri anak dalam mengatasi tantangan yang dihadapinya adalah sangat penting dibandingkan memberi pertolongan langsung kepada anak untuk mengatasi tantangannya. Dari sini diharapkan dapat terbangun kemandirian anak untuk mengatasi berbagai tantangan dalam kehidupannya. 


Bumi Salamodin
Kamis, 2 Maret 2017

#Hari8
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...