Langsung ke konten utama

CHALLENGE #8, LEVEL #3; BELAJAR MENYETIR MOBIL & MEMBUAT CELENGAN

Alhamdulillah telah sampai di hari ke delapan tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional. Hari ini ada dua kegiatan family project yang kami jalankan, yakni BELAJAR MENYETIR MOBIL & MEMBUAT CELENGAN.

Kegiatan family project yang perrama, yakni belajar menyetir mobil memang tidak langsung melibatkan kami sekeluarga. Pada tahap awal ini kami menargetkan saya dan suami yang belajar menyetir mobil. Alhamdulillah, suami saat ini sedang ada di rumah, pulang dari Rembang, Jawa Tengah beberapa hari yang lalu. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk belajar menyetir mobil setelah lama terputus, lebih setahun lalu. 

Meskipun hanya kami berdua yang belajar menyetir mobil ini, namun manfaat dari family project ini justru untuk kepentingan kami sekeluarga, termasuk di dalamnya kepentingan keempat putra-putri saya. Khususnya saat kami harus pergi bersama sekeluarga dengan membawa kendaraan mobil pribadi. Tentunya lebih memudahkan saat saya ataupun suami yang menyetir mobil sendiri, dibandingkan harus memakai sopir pribadi. Jika tahap awal ini sudah berhasil, tahap selanjutnya kedua putra kami bisa belajar menyetir mobil juga.

Belajar menyetir mobil ini bagi saya dan suami sebenarnya sudah ditargetkan sejak lama. Saya pribadi sudah pernah belajar mobil sejak dua puluh tahun lalu saat usia SMU. Namun terputus, sejak mobil bapak yang saya tumpangi untuk mengantar saya ke Bogor dari Majalengka ditabrak bis yang sopirnya mengambil lajur kanan saat jalan menikung. Ia tidak melihat dari arah depan bis, mobil kami sedang berjalan di lajur yang benar. Akhirnya tabrakan yang menghancurkan bagian depan mobil bapak saya lun tidak bisa dihindarkan. Sejak itu saya mengalami trauma, ketakutan setiap mengendarai kendaraan, motor maupun mobil. Hampir tujuh tahun trauma itu melanda. Alhamduliah setelah dua puluh tahun berlalu sejak kejadian itu, trauma itu sudah bisa berangsur-angsur hilang. Adalun suami saya, beliau pun sudah lebih tiga tahun lalu belajar menyetir mobil. Namun karena pernah menabrak warung sampai hancur, beliau akhirnya sedikit trauma untuk menyetir mobil. Namun, rasa trauma ini justru harus dilawan mengingat menyetir mobil ini sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk mempermudah berbagai hal.

Untuk merealisasikan family project ini, saat pagi hari saya berkomunikasi dengan kakak sepupu yang sekaligus kakak ipar saya untuk melatih saya dan suami menyetir mobil. Kakak sepupu pun setuju. Kami sepakat akan belajar menyetie mobil siang hari. Maka sekitar jam dua siang, kami jadwalkan belajar menyetir mobil di jalanan yang sepi. Suami ditargetkan untuk belajar lebih dulu. Saya rencananya menyusul setelahnya karena harus menjemput dulu putri ketiga kami pulang dari sekolah. Ternyata suami belajar menyetir mobil sampai hampir jam 4 sore. Hari sudah mulai mendung, terlihat akan turun hujan lebat seperti hari sebelumnya. Akhirnya, saya batal untuk menyusul belajar menyetir mobil ini mengingat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Maka, saya targetkan esok hari untuk belajar menyetie mobilnya. Semoga bisa terlaksana dan cuaca mendukung, aamiin.

Adapun kegiatan family project yang kedua berupa membuat celengan, kami laksanakan malam hari sekitar jam delapan setelah selesai jadwal ta'lim al-Quran keluarga kami. Kedua celengan ini dibuat untuk kedua putri saya, Zahwa dan Shafa. Keduanya dibantu saya, membuat celengan dari tabung kecil bekas celengan yang telah rusak. Zahwa dan Shafa membungkus celengan dengan kertas kado. Lalu dua lubang bagian atas dan bawahnya ditutup dengan kardus bekas susu yang dicetak sebesar lingkaran lubang tabung, lalu ditutup dengan kertas kado yang sama. Sekitar satu jam lebih akhirnya celengan jadi dan hasilnya cukup memuaskan. Alhamdulillah.




Bumi Salamodin
Kamis, 30 Maret 2017

#TantanganHari8
#GameLevel3
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKecerdasanAnak
#MyFamilyMyTeam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...