Family project hari ini saya beri tema SI KECIL MEMASAK. Kegiatan ini dimulai saat siang hari putri bungsu saya, Shafa (usia 5 tahun), berinisiatif untuk membuat baklor (martabak telor) mini sendiri dari telur ayam. Ia meminta saya menunjukkan dimana telur ayam disimpan, lalu meminta satu telur ayam saya pecahkan dan saya tuangkan ke dalam mangkuk plastik kecil yang telah ia siapkan. Setelah itu minta saya mengambilkan garam yang saya simpan di bagian atas meja porselen dapur. Telur ayam ia kocok, lalu dituangkan isinya ke dalam wadah cetakan baklor untuk selanjutnya meminta saya memasaknya di atas kompor. Sebelum api kompor dinyalakan, Shafa membubuhi setiap cetakan adonan baklor sedikit garam. Selesai membubuhi semua cetakan adonan baklor dengan garam, Shafa meminta saya menyalakan api kompornya. Saat cetakan adonan baklor mulai mengembang, Shafa meminta saya segera membalikkan setiap cetakan adonan. Saya segera mengikuti petunjuk Shafa… Tapi ternyata saat dibalik, terlambat… sudah agak gosong baklornya… Shafa pun menangis..meminta saya untuk membantunya membuat ulang. Saya bertanya apakah tadi sudah diberi dulu minyak goreng di cetakan baklor sebelum adonan dimasukkan? Ternyata Shafa belum memasukkannya. Ini yang membuat baklor cepat sekali gosong dalam hitungan detik. Tapi usaha Shafa luar biasa keren buat saya karena ia menyiapkan hal itu di tengah kesibukan saya menjemur pakaian sehingga saya tidak sempat mengontrol minyak goreng dimasukkan atau tidak. Karena saya berpikir, membuat ulang baklornya nanti bareng kakak-kakaknya, saya taearkan Shafa untuk membeli es krim dulu. Akhirnya Shafa mau dan berhenti nangisnya setelah ia membeli es krim. Lalu ia pergi bermain ke rumah neneknya yang tidak jauh dari rumah kami letaknya.
Adapun kegiatan memasak yang dilakukan kedua putra saya, Mush’ab dan Sa’ad dilaksanakan saat sore hari setelah anak-anak selesai bermain hujan-hujanan. Shafa meminta untuk membuat mie rebus dan disepakati juga oleh ketiga kakaknya. Akhirnya Sa’ad dan Shafa membeli indomie ke warung sebelah setelah hujan reda. Setelah itu, Mush’ab dan Sa’ad memasak mie rebus dengan telur sebanyak lima porsi untuk kami makan menghangatkan sore hari yang dingin karena hujan turun dengan lebatnya semenjak ashar tadi. Alhamdulillah, anak-anak telah mampu membuat masakan sederhana untuk dihidangkan kepada kami sekeluarga. Semoga bisa memasak makanan yang lainnya ya nak. Aamiin.
Bumi Salamodin
Senin, 27 Maret 2017
#TantanganHari5
#GameLevel3
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKecerdasanAnak
#MyFamilyMyTeam
Komentar
Posting Komentar