Langsung ke konten utama

CHALLENGE #7, LEVEL #3; MEMASAK SEMUR TELUR

Family project hari ini adalah MEMASAK SEMUR TELUR. Ide ini datang dari putra ketigaku, Sa’ad, tatkala maghrib ini minta makan malam dengan semur telur. Permintaan ini ternyata juga disetujui dua putriku, Zahwa dan Shafa. Akhirnya saya dan keempat putra-putri saya sepakat untuk memasak semur telur sebelum makan malam.

Kami pun berbagi tugas. Saya merebus 8 butir telur. Putra pertama saya, Mush’ab, bertugas untuk membeli kemiri ke warung sebelah karena di rumah tidak ada persediaan kemiri, juga membeli sabun cuci. Setelah itu, Mush’ab memilih untuk mendokumentasikan kefiatan kami malam ini. Sambil menunggu telur matang, saya menyiapkan 5 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, bawang daun dan 3 ½  butir kemiri. Setelah bawang dikelupas kulitnya, saya cuci bersih, lalu saya iris bawang merah. Telur pun matang. Sa’ad, Zahwa & Shafa mengelupasi kulit telur. Setelah itu, Sa’ad membawa ulegan yang telah dicuci. 3 siung bawang putih, 3 ½ kemiri, setengah sendok teh garam dan setengah sendok ketumbar saya masykan ke ulegan, lalu dihaluskan oleh Sa’ad. Sambil menunggu Sa’ad selesai menghaluskan bumbu, saya nyalakan kompor dan menuangkan minyak goreng, lalu memasak bawang merah sampai setengah matang. Bumbu yang sudah dihaluskan dimasukkan ke wajan oleh saya dan dimasak sampai berbau harum oleh Zahwa dibantu Sa’ad. Shafa pun tidak ketinggalan ingin mencoba memasak bumbu. Setelah bumbu berbau harum, saya tuangkan air sampai ⅓ wajan dan dimasak sampai mendidih. Telur yang telah direbus dimasukkan oleh Sa’ad ke bumbu semur yang sudah dimasak, lalu dibiarkan sampai beberapa menit mendidih. Ditambahkan tiga sendok gula pasir dan kecap rasa sedang. Tunggu beberapa saat mendidih, lalu proses memasak selesai. Api kompor pun dimatikan.


Masakan dimasukkan ke wadah sayur oleh Sa’ad dan dihidangkan untuk lauk makan malam. Wah, rasanya enak. Anak-anak suka semua dan mereka puas dengan hasil masakan buatan mereka bersama. Anak-anak meminta saya membuat semur telur lagi besok. Bahkan selesai makan malam dan semur telur habis dimakan kami sekeluarga, Sa’ad meminta izin untuk membuat lagi semur telur yang sama. Saya sampaikan besok saja karena telurnya pun hanya tersisa 4 butir, sudah tutup warung yang menjual telur karena hari sudah malam. Akhirnya Sa’ad pun setuju, alhamdulillah. Semoga besok bisa menambah jenia masakan lain untuk dipelajari oleh keempat putra-putriku. Memasak ini bagian life skill yang penting buat kehidupan.  

Bumi Salamodin
Rabu, 29 Maret 2017

#TantanganHari7
#GameLevel3
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKecerdasanAnak
#MyFamilyMyTeam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...