Family project hari ini adalah MEMASAK SEMUR TELUR. Ide ini datang dari putra ketigaku, Sa’ad, tatkala maghrib ini minta makan malam dengan semur telur. Permintaan ini ternyata juga disetujui dua putriku, Zahwa dan Shafa. Akhirnya saya dan keempat putra-putri saya sepakat untuk memasak semur telur sebelum makan malam.
Kami pun berbagi tugas. Saya merebus 8 butir telur. Putra pertama saya, Mush’ab, bertugas untuk membeli kemiri ke warung sebelah karena di rumah tidak ada persediaan kemiri, juga membeli sabun cuci. Setelah itu, Mush’ab memilih untuk mendokumentasikan kefiatan kami malam ini. Sambil menunggu telur matang, saya menyiapkan 5 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, bawang daun dan 3 ½ butir kemiri. Setelah bawang dikelupas kulitnya, saya cuci bersih, lalu saya iris bawang merah. Telur pun matang. Sa’ad, Zahwa & Shafa mengelupasi kulit telur. Setelah itu, Sa’ad membawa ulegan yang telah dicuci. 3 siung bawang putih, 3 ½ kemiri, setengah sendok teh garam dan setengah sendok ketumbar saya masykan ke ulegan, lalu dihaluskan oleh Sa’ad. Sambil menunggu Sa’ad selesai menghaluskan bumbu, saya nyalakan kompor dan menuangkan minyak goreng, lalu memasak bawang merah sampai setengah matang. Bumbu yang sudah dihaluskan dimasukkan ke wajan oleh saya dan dimasak sampai berbau harum oleh Zahwa dibantu Sa’ad. Shafa pun tidak ketinggalan ingin mencoba memasak bumbu. Setelah bumbu berbau harum, saya tuangkan air sampai ⅓ wajan dan dimasak sampai mendidih. Telur yang telah direbus dimasukkan oleh Sa’ad ke bumbu semur yang sudah dimasak, lalu dibiarkan sampai beberapa menit mendidih. Ditambahkan tiga sendok gula pasir dan kecap rasa sedang. Tunggu beberapa saat mendidih, lalu proses memasak selesai. Api kompor pun dimatikan.
Masakan dimasukkan ke wadah sayur oleh Sa’ad dan dihidangkan untuk lauk makan malam. Wah, rasanya enak. Anak-anak suka semua dan mereka puas dengan hasil masakan buatan mereka bersama. Anak-anak meminta saya membuat semur telur lagi besok. Bahkan selesai makan malam dan semur telur habis dimakan kami sekeluarga, Sa’ad meminta izin untuk membuat lagi semur telur yang sama. Saya sampaikan besok saja karena telurnya pun hanya tersisa 4 butir, sudah tutup warung yang menjual telur karena hari sudah malam. Akhirnya Sa’ad pun setuju, alhamdulillah. Semoga besok bisa menambah jenia masakan lain untuk dipelajari oleh keempat putra-putriku. Memasak ini bagian life skill yang penting buat kehidupan.
Bumi Salamodin
Rabu, 29 Maret 2017
#TantanganHari7
#GameLevel3
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKecerdasanAnak
#MyFamilyMyTeam

Komentar
Posting Komentar