Langsung ke konten utama

CHALLENGE #9, LEVEL #3; MEMBUAT PUDING SUSU SANTAN

Family project hari ini adalah MEMBUAT PUDING SUSU SANTAN. Ide ini datang dari putra ketigaku, Sa’ad, beberapa hari yang lalu. Ba’da maghrib ini saya mulai aktivitas memasak semur telur dan tempe sebagaimana janji malam sebelumnya kepada keempat putra-putriku untuk lauk.makan malam. Sa’ad, Zahwa dan Shafa membantu mengelupasi kulit telur yang sudah direbus. Selain itu, Zahwa membantu menghaluskan bumbu semur telur dan tempe, lalu memasaknya hingga matang. Shafa turut melihat proses pembuatan semur telur dan penasaran ingin ikut mengaduk-aduk semur telur dan tempe yang sedang dimasak di dalam wajan. Alhamdulillah dengan bantuan putra-putriku, proses pembuatan semur telur dan tempe menjadi lebih cepat selesai. Kami sekeluarga pun bisa mencicipinya sebagai lauk makan malam.

Selama proses pembuatan semur telur dan tempe, proses pembuatan puding susu santan pun dilakukan. Sa’ad yang memimpin proses pembuatan puding susu santan tersebut dibantu Zahwa dan Shafa. Adapun saya lebih fokus pada proses pembuatan semur telur dan tempe. Dengan membaca petunjuk pembuatan puding tersebut di bungkus bahan puding yang akan dibuat, Sa’ad melakukan tahapan demi tahapan proses pembuatan puding tersebut. Sebelumnya Sa’ad kebingungan mengukur jumlah air yang akan dicampurkan ke dalam bahan puding sebanyak 500 ml. Saya mencoba mencari wadah ataupun gelas yang ada skala ukuran cc atau ml. Ternyata Zahwa memberitahukan kalau botol minum tupperware miliknya ada tulisan volumenya 500 ml. Wah, pas sekali dengan ukuran yang dibutuhkan. Akhirnya sebagai ukuran untuk menakar jumlah air yang dibutuhkan, dipakailah botol minum tupperware Zahwa.


Setelah Sa’ad dibantu Zahwa, Shafa dan Mush’ab mencampurkan 3 bungkus bahan puding yang mau dimasak dengan air sesuai petunjuk pembiatan, lalu Sa’ad mengaduk-aduknya hingga merata, lalu campuran bahan puding dengan air tersebut dimasak di atas kompor sambil diaduk-aduk terus sampai mendidih. Sa’ad bergantian dengan Mush’ab terus mengaduk-aduknya agar santan tidak pecah. Akhirnya setelah mendidih, puding dimasukkan ke wadah-wadah dan cetakan yang sudah disiapkan. Ada 4 wadah yang siisi puding buatan keempat putra-putri saya. Puding susu santan dibiarkan di udara terbuka hingga agak dingin, baru dimasukkan ke dalam freezer lemari es. Tidak berapa lama, puding yang dimasukkan di cetakan kecil-kecil sudah bisa cepat mendingin dan bisa dinikmati malam ini oleh kami sekeluarga. Alhamdulillah enak rasanya. Anak-anak pun senang.


Bumi Salamodin
Jumat, 31 Maret 2017

#TantanganHari9
#GameLevel3
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKecerdasanAnak
#MyFamilyMyTeam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...