Di hari libur sekolah ini, saya bersama keempat putra-putri saya sepulang saya hadir di seminar pendidikan pada saat dhuhur sepakat untuk mengadakan family project dengan tema JALAN-JALAN KELUARGA. Ide ini tercetus dari putra kedua saya, Sa’ad. Kami semua setuju mengingat satu pekan ini kami belum jalan-jalan bersama sekeluarga. Awalnya Sa’ad mengusulkan jalan-jalannya ke kolam renang. Maksudnya ia ingin mengajak kami berenang. Namun karena hari sudah siang, saya mengusulkan untuk jalan-jalan ke tempat lain yang masih di dalam kota Majalengka. Namun sebelum jalan-jalan keluarga dilaksanakan, saya mengajak keempat putra-putri saya mampir ke tempat seminar untuk membantu panitia mengembalikan peralatan penting yang dipakai acara seminar. Saya meminta mereka membantu mengangkat peralatan itu ke mobil. Mereka pun setuju.
Dengan mengendarai mobil pribadi, kami pun mampir ke tempat seminar. Lalu mengangkat peralatan penting ke mobil. Kedua putra saya turut membantu, adapun kedua putri saya karena masih kecil, turut mendampingi sambil mengamati. Selesai semua peralatan masuk ke mobil, kami mengembalikan peralatan ke tempat yang telah diinformasikan teman panitia. Selepas itu, kami melanjutkan pergi jalan-jalan.
Tempat yang kami kunjungi pada jalan-jalan keluarga kali ini sesuai hasil musyawarah selama berkendaraan di dalam mobil adalah ke Taman Dirgantara, Majalengka, sebuah taman berkumpul masyarakat kota Majalengka untuk sekedar bermain, wisata kuliner ataupun selfi-selfi di depan pesawat militer yang sengaja ditempatkan di sana. Karena belum makan siang dari rumah, kami pun memutuskan untuk makan siang dulu di pinggir taman yang banyak berjejer para pedagang kuliner. Akhirnya mie ayam menjadi pilihan kami untuk mengganjal perut siang ini.
Selesai makan mie ayam, kami ke tengah taman untuk sekedar bermain dan berfoto-foto. Anak-anak sempat masuk ke dalam pagar posisi pesawat untuk mendekati pesawat. Setelah sekitar sejam di sana, kami memutuskan untuk melanjutkan jalan-jalan ke alun-alun kota Majalengka sekalian pulang ke rumah yang tidak jauh letaknya dari alun-alun. Alun-alun kota Majalengka selama ini dijadikan pusat keramaian untuk masyarakat bermain, berkumpul, beraktivitas berbagai bidang ataupun sekedar bersantai ria. Banyak mainan anak-anak di alun-alun yang membuat anak-anak betah berlama-lama main di sini. Meskipun hampir tiap hari kami melalui alun-alun ini, namun kamibtisak pernah bosan untuk kembali bermain ataupun sekedar bersantai bersama keluarga di sana. Putra-putri saya, kecuali si sulung, bermain ayunan dan putaran. Si sulung hanya duduk di pinggir karena merasakan kepalanya pusing dan perutnya mual. Setelah puas bermain, keempat putra-putri saya membeli bakso cuangki… Wah, padahal mereka kan tadi sudah makan mie ayam. Ternyata belum kenyang perutnya. Setelah habis makan bakso cuangki, kami memutuskan pulang ke rumah karena hujan mulai turun.
Alhamdulillah kegiatan jalan-jalan keluarga bisa berjalan lancar. Meskipun sederhana dan tidak ke tempat yang jauh, namun kebersamaan di antara kami melakukan aktivitas bermain dan makan bersama di luar rumah, semoga semakin mendekatkan ikatan saya dengan keempat putra-putri saya. Aamiin Ya Mujiib ad-Du’a.
Bumi Salamodin
Ahad, 26 Maret 2017
#TantanganHari4
#GameLevel3
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKecerdasanAnak
#MyFamilyMyTeam
Komentar
Posting Komentar