Langsung ke konten utama

CHALLENGE #3, LEVEL #3; MEMBUNGKUS KADO

Family project hari ini saya lakukan bersama keempat putra-putri saya. Tema yang kami ambil hari ini adalah MEMBUNGKUS KADO. Ide ini muncul di benak saya dilatarbelakangi oleh rencana saya memberi kado ke teman atas kelahiran putranya yang tertunda lama. Kado tersebut belum dibungkus dengan kertas kado. So, jadilah saya beserta keempat putra-putri saya menjadikan membungkus kado ini sebagai family project kami malam ini.

Untuk merealisasikan ide ini, ba’da isya saat saya dan keempat putra-putri berkumpul di ruang keluarga, saya mengajak keempat putra-putri saya untuk membungkus kado untuk teman saya dengan kertas kado. Agar lebih semangat, saya siapkan reward bagi anak yang berhasil melakukan kegiatan membungkus kado ini. Maka dua putra saya dengan antusias bekerja sama membungkus kado yang akan diberikan ke teman saya. Saya sedikit memberi petunjuk untuk menyambung dua kertas kado karena satu kertas kado ternyata masih kurang sedikit untuk membungkus kado tersebut.


Tidak sampai setengah jam, kegiatan membungkus kado yang dilakukan dua putra saya pun selesai. Alhamdulillah keduanya senang, saya pun demikian. Tahap selanjutnya saya membantu putri bungsu saya, Shafa untuk membungkus kado. Ia memilih untuk membungkus buku gambar kosong sebagai hadiah yang akan diberikan kepada teman bermainnya, Desi yang juga keponakan saya. Dengan semangat, Shafa pun melipat kertas kado untuk membungkus buku gambar tersebut. Ia menggunakan selotip untuk menempelkan kertas kado tersebut sehinggab membungkus buku gambar. Adapun Zahwa putri ketiga saya, berinisiatif untuk menyampul buku kosong miliknya dengan kertas kado sisa yang dipakai membungkus kado. Dengan dijelaskan cara menyampulnya, ia pun melakukan proses menyampul buku dengan semangat. Setelah setengah jam beejalan, aktivitas Shafa dan Zahwa pun selesai. Keduanya merasa senang, begitu pula saya atas family project sederhana yang kami lakukan malam ini.  

Bumi Salamodin
Sabtu, 25 Maret 2017

#TantanganHari3
#GameLevel3
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKecerdasanAnak
#MyFamilyMyTeam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...