Langsung ke konten utama

CHALLENGE #2, LEVEL #3; MEMBUAT ES MAMBO SUSU COKLAT

Family project hari ini saya lakukan bersama keempat putra-putri saya. Tema yang kami ambil hari ini adalah MEMBUAT ES MAMBO SUSU COKLAT. Ide ini muncul di benak saya dilatarbelakangi oleh kondisi putri bungsu saya, Shafa, yang sangat menyenangi berbagai macam es, mulai dari es krim, es mambo, es lilin dan es batu pun dilahapnya sampai habis. Shafa pun kadang-kadang masih membeli jajanan es mambo dari bahan yang belum terjamin kualitas gizi dan kesehatannya. Hal ini menyebabkan BAB Shafa hari ini mencret. Saya pun tergugah untuk membuat es mambo sendiri di rumah dengan bahan yang terjamin kualitas gizi dan kesehatannya. So, saya sampaikan ide ini kepada keempat putra-putri saya kematin sebagai family project yang kedua di kuliah Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebagai penanggung jawabnya adalah saya sendiri sebagai pencetus ide.

Untuk merealisasikan ide ini, ba’da maghrib saat saya dan keempat putra-putri berkumpul di ruang keluarga, saya menyiapkan bahan es mambo dari susu bubuk full cream coklat dancow yang biasa diminum Zahwa. Saya membuat bahan es mambo dengan menuangkan sejumlah susu bubuk dancow coklat tersebut ke dalam poci ukuran 250 ml, lalu saya larutkan dengan air matang panas hingga ¼ poci dan diaduk-aduk, kemudian saya tambahkan air matang dingin sampai penuh satu poci. Saya siapkan plastik es mambo yang sudah saya beli dua hari lalu di pasar. Lalu saya tuangkan air susu coklat dari dalam poci ke dalam plastik es hampir ¾ penuh, kemudian menalikan ujung plastiknya dan siap disimpan dalam freezer lemari pendingin sampai beku. Sederhana bukan?


Putri bungsu saya, Shafa, dan putra kedua saya, Sa’ad, langsung mengikuti apa yang saya lakukan untuk membuat es mambo susu coklat. Diikuti putri ketiga saya, Zahwa, setelah saya memanggilnya untuk keluar dari kamarnya. Adapun putra pertama saya baru bergabung mengikuti membuat es mambo susu coklat setelah lebih lima menit kegiatan berjalan. Untuk memudahkan memasukkan air susu coklat ke dalam plastik, Shafa minta saya mengambilkan sendok. Tangan Shafa yang mungil masih belum kuat menuangkan langsung air susu coklat dari poci gelas ke dalam plastik es mambo.  

Tidak sampai sejam, pembuatan es mambo susu coklat sudah selesai. Es mambo siap dimasukkan ke dalam freezer lemari pendingin dan disimpan sampai membeku. Aktivitas terakhir ini dilakukan oleh putri bungsu saya, Shafa, diikuti oleh Zahwa. Putra-putri saya terlihat senang dengan kegiatan ini yang cukup sederhana dan tidak melelahkan. Apalagi mengingat esok pagi tentunya sudah bisa menikmati es mambo susu coklat buatan sendiri yang terjamin kualitas gizi dan kesehatannya.

Bumi Salamodin
Jumat, 24 Maret 2017

#TantanganHari2
#GameLevel3
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKecerdasanAnak
#MyFamilyMyTeam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...