Langsung ke konten utama

CHALLENGE #3, REVIEW KELOMPOK 3: "MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK?"

Pada hari ketiga tantangan 10 hari di Kelas Bunda Sayang Level #11, kelompok 3 mendapat bagian presentasi materi : "Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak." Presentasi meliputi pentingnya menumbuhkan fitrah seksualitas anak supaya tetap lestarinya kehidupan manusia sesuai dengan kaidah ajaran agama (QS. Ar Ruum: 21, QS. Asy Syu'aro: 166). Fitrah seksualitas tak bisa dikekang, dihilangkan ataupun dihindari dari kehidupan anak. Dalam mengajarkan pendidikan seksualitas, orangtua harus berdasar pada tuntunan ajaran agama dan menyesuaikan dengan usia dan perkembangan anak.

Dalam presentasi dijelaskan pendidikan fitrah seksualitas anak sesuai Islam terdiri atas: mengajarkan konsep perbedaan jenis kelamin kepada anak, menjelaskan fungsi organ reproduksi, pendidikan seks dilakukan bertahap sesuai usianya (1-5 tahun kenalkan anggota tubuh anak secara detail, 5-10 tahun jawab pertanyaan anak tentang fungsi anggota tubuh secara detail, 10-12 tahun kenalkan tentang haid, mimpi basah dan perubahan fisik), membiasakan anak menundukan pandangan dan menjaga aurat, memisahkan tempat tidur anak (usia 7-10 tahun di saat kecenderungan seksual mereka mulai tumbuh). Selain itu, ajarkan anak meminta ijin masuk kamar orangtua (setelah sholat isya, menjelang sholat shubuh, dan menjelang dzuhur) karena waktu beristirahat kedua orangtua, dan pernikahan dini.

Dipaparkan juga agar anak terhindar dari kekerasan seksual: mengenalkan bagian tubuh yang tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain, menanamkan budaya malu kepada anak, membatasi aktivitas menonton televisi pada anak, mendampingi dan membuat batasan penggunaan gadget pada anak, menumbuhkan rasa percaya anak kepada orangtua, membicarakan seks kepada anak dengan mengajak diskusi sederhana.

Setelah presentasi materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, membahas perbedanan fitrah seksualitas dengan pendidikan seksualitas, kapan anak mulai dilatih menundukkan pandangan, cara menangani anak yang pernah menonton video porno berikut cara menghilangkan kecanduan video porno pada anak, cara menangani anak laki-laki yang bersikap kemayu, cara berkomunikasi dengan anak untuk mengetahui apakah ia telah mengalami mimpi basah atau belum, dan  tanda-tanda anak laki-laki sudah baligh.

Dalam sesi tanya jawab ini, terbahas betapa pentingnya kehadiran orangtua dalam setiap fase pertumbuhan dan perkembangan anak dengan mengenalkan perbedaan gender pada anak sejak dini, memberikan mainan sesuai jenis kelaminnya, menanyakan siapa teman laki-laki dan perempuannya, memberi dorongan pada anak untuk membaur dengan teman sejenis, menemui konselor atau psikolog anak untuk berkonsultasi mengenai perkembangan anak. Ayah harus meluangkan waktu lebih bersama dengan anak laki-laki dan lihatlah dia menjadi laki-laki yang hebat. Figur ayah yang cukup kuat, anak laki-laki nanti akan kesulitan dalam mengekpresikan emosinya sebagai laki-laki.

Sumber:
1. Cara Nabi Mendidik Anak karya Ir. Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaud
2. Bunda Sayang, 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak
3. Diskusi bersama dr. Nuly Juariyah dalam Sekolah Pranikah
4. https://life.idntimes.com/family/mely-rovina-farizal/cara-mengenalkan-sex-education-pendidikan-seks-kepada-anak




Bumi Salamodin
Januari 2018

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunSayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...