Langsung ke konten utama

CHALLENGE #6, REVIEW KELOMPOK 4: "MEMBANGUN FITRAH SEKSUALITAS ANAK"

Pada hari keenam tantangan 10 hari di Kelas Bunda Sayang Level #11, kelompok 4 mendapat bagian presentasi materi dengan tema : "Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak." Presentasi diawali dengan fakta dilegalkannya pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat di bulan Juni 2016 silam, dan Asosiasi Psikiatri Amerika mengeluarkan homoseksual dari daftar gangguan jiwa. Dalam ranah psikologi, LGBT masih dikategorikan sebagai gangguan kejiwaan berupa penyimpangan seksual.

Dalam presentasi berikutnya dipaparkan keluarga sebagai garda terdepan dalam menghadapi persoalan ini sehingga harus memberikan pendidikan berbasis fitrah yang sempurna. Dijelaskan pula bahwa pendidikan adalah tentang merawat, membangkitkan, menumbuhkan dan mengokohkan semua aspek fitrah anak-anak kita, termasuk fitrah kita sendiri sebagai orangtua lalu memandunya dengan Kitabullah agar sempurna, indah dan berbahagia.

Terkait fitrah seksualitas, dipaparkan haruslah ditumbuhkan dengan kehadiran ayah ibu secara utuh sejak lahir sampai aqilbaligh. Dijelaskan pula definisi fitrah seksualitas, cara menumbuhkan fitrah ini yang banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada ayah dan ibu yang berbeda untuk tiap tahap usia anak.

Selanjutnya dalam presentasi ini dipaparkan tentang tips untuk mendukung fitrah seksualitas anak, meliputi: sejak usia dini, kenalkan jati diri dan identitas sesuai dengan jenis kelamin anak, jangan sampai sekali-kali anak diberi mainan yang tidak sesuai jenis kelaminnya, atasi penggunaan gadget atau internet, dampingi anak saat menonton tv, awasi lingkungan pertemanan anak, apalagi di masa pubertas, ikutilah tuntunan Rasul saw dalam memberikan pendidikan seksual pada anak, seperti memisahkan tempat tidur sejak usia menjelang baligh, mengenalkan batasan aurat sejak dini (sebelum akil balig), dan tidak menyerupai lawan jenis dalam berpenampilan.

Setelah presentasi materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, membahas tentang pubertas pada anak perempuan usia SD yang sudah mulai senang dengan lawan jenisnya, disebabkan banyak faktor, terutama lingkungan, gadget, pendidikan orangtua, dan sebagainya. Diperlukan kedekatan antara orangtua dengan anak, orangtua harus mejadi teman yang baik buat anak sehingga anak tidak mudah terpengaruh oleh lingkungannya.



Sumber:
1. Harry Santosa,  FBE
2. Harry Santosa, Majalah Ummi edisi Desember 2015
3. bit.ly/videofitrahperempuan
4. bit.ly/videofitrahlakilaki
5. bit.ly/fitrahseksualitasBCCGbunsay

Bumi Salamodin
Januari 2018

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunSayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...