Pada hari kelima tantangan 10 hari di Kelas Bunda Sayang Level #11, kelompok 5 mendapat bagian presentasi materi : "Pendidikan Fitrah Seksualitas pada Anak Usia Dini." Presentasi diawali dengan fakta sebuah buku terkait pendidikan seks pada anak yang salah satu pembahasan di dalamnya tentang masturbasi dan sebagainya. Kemudian dijelaskan perbedaan pendidikan seksual dan pendidikan seks, definisi pendidikan seksual, setiap anak lahir dengan fitrahnya, dan kewajiban orangtua membangkitkan fitrah anak sejak dini, termasuk fitrah seksualitas.
Selanjutnya dalam presentasi ini dipaparkan tentang bagaimana cara menerapkan pendidikan fitrah seksualitas pada anak usia dini, meliputi: memperkuat identitas gender sesuai jenis kelamin, mengajarkan masalah aurat, mengajarkan anak berinteraksi dengan sekitar, belajar adab terkait interaksi dengan orang lain (meminta ijin ketika masuk ke kamar orangtua, sedari dini anak dilatih untuk tidur terpisah dengan orangtua, adab memandang, adab berpakaian, adab interaksi dengan lawan jenis, anak usia dini harus dijaga dari hal-hal yang merusak fitrahnya, yang berkaitan dengan pornografi/pornoaksi. Salah satu caranya tidak boleh menggunakan gadget tanpa pendampingan. Harus dibatasi waktu dan konten yang dilihat.
Setelah presentasi materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, membahas tentang kapan waktu yang efektif mengajarkan aurat kepada anak, yaitu sejak dini, hanyasaja anak usia 1-2 tahun, cara yg paling efektif adalah dengan teladan dan pembiasaan. Pada tahap perkembangan ini, anak sedang banyak-banyaknya menyerap informasi kurangnya iman. Selain itu dibahas tentang memanjakan anak laki-laki akan mengganggu bukan hanya fitrah seksualitas, tapi juga fitrah belajar, fitrah perkembangan, maupun fitrah lainnya. Secara pengasuhan, dampak jangka panjangnya juga kurang bagus.
Ada hal yang perlu dikritisi tentang pernyataan bahwa anak usia dini tidak boleh diajarkan neraka, hanya surga saja. Maksudnya adalah tetap mengenalkan keimanan kepada akhirat, ada surga, ada neraka. Hanyasaja dalam mendorong anak-anak melaksanakan perintah Allah dan kebaikan, maka dimotivasi dwngan balasan surga, bukan dengan cara menakut-nakuti adanya siksa neraka, sehingga anak bisa mencintai ajaran agamanya.

Sumber:
1. Santosa, H.2017.Fitrah Based Education.Depok:Yayasan Cahaya Mutiara Timur
2. Dee, Arif. 2017
http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-1.html
2. Perwita Sari. 2017 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1905750059452170nid=221502844543575
3. https://drive.google.com/file/d/1nP-vBfD7CJucAKE2Owe65waK9kz1Fgum/view?usp=drivesdk
Bumi Salamodin
Januari 2018
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunSayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
Selanjutnya dalam presentasi ini dipaparkan tentang bagaimana cara menerapkan pendidikan fitrah seksualitas pada anak usia dini, meliputi: memperkuat identitas gender sesuai jenis kelamin, mengajarkan masalah aurat, mengajarkan anak berinteraksi dengan sekitar, belajar adab terkait interaksi dengan orang lain (meminta ijin ketika masuk ke kamar orangtua, sedari dini anak dilatih untuk tidur terpisah dengan orangtua, adab memandang, adab berpakaian, adab interaksi dengan lawan jenis, anak usia dini harus dijaga dari hal-hal yang merusak fitrahnya, yang berkaitan dengan pornografi/pornoaksi. Salah satu caranya tidak boleh menggunakan gadget tanpa pendampingan. Harus dibatasi waktu dan konten yang dilihat.
Setelah presentasi materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, membahas tentang kapan waktu yang efektif mengajarkan aurat kepada anak, yaitu sejak dini, hanyasaja anak usia 1-2 tahun, cara yg paling efektif adalah dengan teladan dan pembiasaan. Pada tahap perkembangan ini, anak sedang banyak-banyaknya menyerap informasi kurangnya iman. Selain itu dibahas tentang memanjakan anak laki-laki akan mengganggu bukan hanya fitrah seksualitas, tapi juga fitrah belajar, fitrah perkembangan, maupun fitrah lainnya. Secara pengasuhan, dampak jangka panjangnya juga kurang bagus.
Ada hal yang perlu dikritisi tentang pernyataan bahwa anak usia dini tidak boleh diajarkan neraka, hanya surga saja. Maksudnya adalah tetap mengenalkan keimanan kepada akhirat, ada surga, ada neraka. Hanyasaja dalam mendorong anak-anak melaksanakan perintah Allah dan kebaikan, maka dimotivasi dwngan balasan surga, bukan dengan cara menakut-nakuti adanya siksa neraka, sehingga anak bisa mencintai ajaran agamanya.
Sumber:
1. Santosa, H.2017.Fitrah Based Education.Depok:Yayasan Cahaya Mutiara Timur
2. Dee, Arif. 2017
http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-1.html
2. Perwita Sari. 2017 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1905750059452170nid=221502844543575
3. https://drive.google.com/file/d/1nP-vBfD7CJucAKE2Owe65waK9kz1Fgum/view?usp=drivesdk
Bumi Salamodin
Januari 2018
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunSayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
Komentar
Posting Komentar