Pada hari ke sembilan tantangan 10 hari di Kelas Bunda Sayang Level #11, kelompok 6 mendapat bagian presentasi materi dengan tema : "Pendidikan Fitrah Seksualitas Anak dalam Islam". Presentasi diawali pemaparan pentingnya pendidikan seksual anak dalam Islam yang berbeda dengan pendidikan seks yang digencarkan di sekolah-sekolah yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam karena mengacu pada apa yang dipraktikkan di negara Barat.
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan 4 tujuan pendidikan seksual di negara Barat adalah: menekankan pentingnya kesetiaan terhadap pasangan, menghindari kehamilan di usia remaja, mampu menghindarkan hubungan seks apabila tidak diinginkan, walaupun bukan dengan pasangan sah, menghindari seks yang tidak aman (tidak mengidap penyakit menular). Adapun tujuan pendidikan seksual menurut Islam adalah menjaga keselamatan, kehormatan, dan kesucian anak-anak kita.
Berikutnya dijelaskan definisi fitrah seksualitas, tiga tujuan pendidikan fitrah seksualitas, yakni anak mengerti identitas seksualnya, anak mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya, dan mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual. Dipaparkan juga cara menerapkan pendidikan fitrah seksualitas pada anak menurut Islam: memberi nama yang baik untuk anak, mengajarkan toilet training kepada anak, mengkhitan dan mengajarkan menjaga kebersihan alat kelamin, menanamkan rasa malu pada anak, mengajarkan adab meminta ijin, mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata, melatih anak untuk menutup aurat, memisahkan tempat tidur anak, melarang anak tidur telungkup, menjauhkan dari ikhtilat: campur baur antara laki laki dengan perempuan yang bukan mahramnya, menjelaskan hakikat mahram.
Setelah presentasi materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, membahas tentang cara mendekatkan anak dengan ayahnya untuk kondisi LDM. Intinya, definisi dekat ini bisa bermakna luas, meskipun LDM dan tidak setiap hari bertatap muka, tapi ayah bisa menjalin komunikasi intens dengan anaknya, misal via telpon, libatkan ayah dalam pendidikan fitrah seksual dengan cara ayah memberikan tantangan pada anak dengan target anak harus sudah bisa melakukannya ketika ayah pulang.

Sumber:
1. Video Kajian Ustadz Abdullah Zein, MA tentang Pendidikan Seksual Anak 1-6 (Yufid TV)
2. https://m.youtube.com/results?q=pendidikan%20seksual%20anak%20ustadz%20abdullah%20zaen&sm=3
3. http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-2.html
4. Lely Camelia, Ine Nirmala. Penerapan Pendidikan Seks Anak Usia Dini Menurut Perspektif Islam (Upaya pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak usia dini melalui penerapan pendidikan seks dalam perspektif sunnah Rasul).
5. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/YaaBunayya/article/view/1720
Bumi Salamodin
Januari 2018
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunSayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan 4 tujuan pendidikan seksual di negara Barat adalah: menekankan pentingnya kesetiaan terhadap pasangan, menghindari kehamilan di usia remaja, mampu menghindarkan hubungan seks apabila tidak diinginkan, walaupun bukan dengan pasangan sah, menghindari seks yang tidak aman (tidak mengidap penyakit menular). Adapun tujuan pendidikan seksual menurut Islam adalah menjaga keselamatan, kehormatan, dan kesucian anak-anak kita.
Berikutnya dijelaskan definisi fitrah seksualitas, tiga tujuan pendidikan fitrah seksualitas, yakni anak mengerti identitas seksualnya, anak mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya, dan mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual. Dipaparkan juga cara menerapkan pendidikan fitrah seksualitas pada anak menurut Islam: memberi nama yang baik untuk anak, mengajarkan toilet training kepada anak, mengkhitan dan mengajarkan menjaga kebersihan alat kelamin, menanamkan rasa malu pada anak, mengajarkan adab meminta ijin, mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata, melatih anak untuk menutup aurat, memisahkan tempat tidur anak, melarang anak tidur telungkup, menjauhkan dari ikhtilat: campur baur antara laki laki dengan perempuan yang bukan mahramnya, menjelaskan hakikat mahram.
Setelah presentasi materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, membahas tentang cara mendekatkan anak dengan ayahnya untuk kondisi LDM. Intinya, definisi dekat ini bisa bermakna luas, meskipun LDM dan tidak setiap hari bertatap muka, tapi ayah bisa menjalin komunikasi intens dengan anaknya, misal via telpon, libatkan ayah dalam pendidikan fitrah seksual dengan cara ayah memberikan tantangan pada anak dengan target anak harus sudah bisa melakukannya ketika ayah pulang.
Sumber:
1. Video Kajian Ustadz Abdullah Zein, MA tentang Pendidikan Seksual Anak 1-6 (Yufid TV)
2. https://m.youtube.com/results?q=pendidikan%20seksual%20anak%20ustadz%20abdullah%20zaen&sm=3
3. http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-2.html
4. Lely Camelia, Ine Nirmala. Penerapan Pendidikan Seks Anak Usia Dini Menurut Perspektif Islam (Upaya pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak usia dini melalui penerapan pendidikan seks dalam perspektif sunnah Rasul).
5. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/YaaBunayya/article/view/1720
Bumi Salamodin
Januari 2018
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunSayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
Komentar
Posting Komentar