Langsung ke konten utama

NICE HOMEWORK #5; DESIGN PEMBELAJARAN MENJADI MUSLIMAH NEGARAWAN



1. Kemampuan akhir yang diharapkan dari kajian tentang muslimah negarawan, memahami gambaran profil muslimah negarawan, berikut visi dan misi hidupnya dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan..

VISI HIDUP :
Menjadi Muslimah Negarawan :
(1) Visi Keilmuan (Tsaqofah)
(2) Visi Pergerakan
(3) Visi Pendidik Generasi

MISI HIDUP :
Muslimah yang memiliki kriteria :
(1) Intelektualitas Peradaban
(2) Penggerak Opini
(3) Ibu Generasi Penakluk

2. Mentor

Fika Monika Komara (Salah satu  Muslimah Negarawan di Indonesia sekaligus Penulis Buku Menjadi Muslimah Negarawan)

3. Bahan Kajian

Buku “Menjadi Muslimah Negarawan”
(Karya Fika Monika Komara)

4. Waktu Pelaksanaan

-Sedang berjalan saat ini - Maret 2017 (3 bulan)

5. Tempat Belajar

-Rumah
-Kelas online : channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Kelas online : grup telegram “Muslimah Negarawan”

6. Metode Pembelajaran

-Thinking introvert (Ti) : menalar  bacaan untuk mendapatkan logika dan isi intisarinya
-Mengikuti kuliah online di grup dan channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Mengaplikasikan dalam beberapa tahap
-Evaluasi


1. Kemampuan akhir yang diharapkan dari kajian pergerakan opini, memahami dan menguasai pergerakan opini, profil penggerak opini di media sosial maupun di masyarakat langsung serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan.

2. Mentor

-Fika Monika Komara (Salah satu  Muslimah Negarawan di Indonesia sekaligus Penulis Buku Menjadi Muslimah Negarawan)
-Rezkiana Rahmayanti

3. Bahan Kajian

Buku yang terkait dengan pergerakan opini

4. Waktu Pelaksanaan

April 2017 - Juli 2017 (3 bulan)

5. Tempat Belajar

-Rumah
-Kelas online : channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Kelas online : grup telegram “Muslimah Negarawan”

6. Metode Pembelajaran

-Thinking jntrovert (Ti) : menalar  bacaan untuk mendapatkan logika dan isi intisarinya
-Mengikuti kuliah online di grup dan channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Mengaplikasikan dalam beberapa tahap
-Evaluasi


1. Kemampuan akhir yang diharapkan dari kajian public speaking, memahami dan menguasai ilmu public speaking yang baik dan benar serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan.

2. Mentor

DJ Arie - Public Speaking and Broadcasting School”

3. Bahan Kajian

-Buku “Publik Speaking”
-Video “DJ Arie - Public Speaking and Broadcasting School”

4. Waktu Pelaksanaan

Agustus 2017 - Desember 2017 (4 bulan)

5. Tempat Belajar

-Rumah
-Kelas online : channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Kelas online : grup telegram “Muslimah Negarawan”

6. Metode Pembelajaran

-Thinking jntrovert (Ti) : menalar  bacaan untuk mendapatkan logika dan isi intisarinya
-Mempelajari video DJ Arie - Public Speaking and Broadcasting School”
-Mengikuti kuliah online di grup dan channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Mengaplikasikan dalam beberapa tahap
-Evaluasi



1. Kemampuan akhir yang diharapkan dari kajian Islamic parenting, memahami dan  menguasai ilmu “Bunda Sayang”, Islamic Parenting dan Positive Parenting serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan.

2. Mentor

-Bunda Septi Peni Wulandani
-Tim mentor Institut Ibu Profesional
-Bunda Yanti Tanjung

3. Bahan Kajian

-Buku “Bunda Sayang” (Institut Ibu Profesional)
-Buku “Positive Parenting” (Karya M. Fauzil Adzim)
-

4. Waktu Pelaksanaan

Sekarang - Desember 2018 (2 tahun)

5. Tempat Belajar

-Rumah
-Kelas online : grup whatsapp “Institut Ibu Profesional (IIP)”
-Kelas online : grup whatsapp “Menjadi Ibu Tangguh”

6. Metode Pembelajaran

-Thinking Introvert (Ti) : Menalar  bacaan untuk mendapatkan logika dan isi intisarinya
-Mengikuti kuliah online di grup whatsapp IIP dan Menjadi Ibu Tangguh
-Mengaplikasikan dalam beberapa tahap
-Evaluasi


1. Kemampuan akhir yang diharapkan dari kajian parenting geopolitik, memahami dan menguasai ilmu parenting geopolitik dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan.

2. Mentor

Fika Monika Komara
Yanti Tanjung

3. Bahan Kajian

Buku “Menjadi Muslimah Negarawan”
(Karya Fika Monika Komara)

4. Waktu Pelaksanaan

Januari 2019 - Desember 2019 (1 tahun)

5. Tempat Belajar

-Rumah
-Kelas online : channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Kelas online : grup telegram “Muslimah Negarawan”
-Kelas online : grup whatsapp “Menjadi Ibu Tangguh”

6. Metode Pembelajaran

-Thinking Introvert (Ti) : Menalar  bacaan untuk mendapatkan logika dan isi intisarinya
-Mengikuti kuliah online di grup dan channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Mengaplikasikan dalam beberapa tahap
-Evaluasi


1. Kemampuan akhir yang diharapkan dari kajian menulis, memahami cara menulis nonfiksi, mampu menulis buku dan artikel nonfiksi.

2. Mentor

-Asri Supatmiati
-A. Fitri Bani

3. Bahan Kajian

Buku “Cara Menulis”

4. Waktu Pelaksanaan

Januari 2020 - Desember 2020 (1 tahun)

5. Tempat Belajar

-Rumah
-Kelas online : channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Kelas online : grup telegram “Muslimah Negarawan”
-Kelas online : grup whatsapp menulis.

6. Metode Pembelajaran

-Thinking introvert (Ti) : menalar  bacaan untuk mendapatkan logika dan isi intisarinya
-Mengikuti kuliah online di grup dan channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Mwngikuti kuliah online di grup whatsapp menulis.
-Mengaplikasikan dalam beberapa tahap
-Evaluasi


1. Kemampuan akhir yang diharapkan dari kajian tentang pemikiran politik Islam, memahami dan menguasai pemikiran politik Islam dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan, juga memahami profil pemikir politikus dalam Islam, cara menjadi pemikir politikus dalam Islam, serta memahami konsepsi politik nasional dan internasional

2. Mentor

-Fika Monika Komara (Salah satu  Muslimah Negarawan di Indonesia sekaligus Penulis Buku Menjadi Muslimah Negarawan)
-Najmah Saidah

3. Bahan Kajian

-Buku “Pemikiran Politik Islam/at-Tafkir” (Karya Abdul Qodim Zhallum)
-Buku “Mafahim Siyasah” (Karya Taqiyuddin an-Nabhani)
-Buku “Meretas Jalan Menjadi Politisi Transformatif” (Karya MR. Kurnia dkk)

4. Waktu Pelaksanaan

Januari 2019 - Desember 2020 (2 tahun)

5. Tempat Belajar

-Rumah
-Kelas online : channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Kelas online : grup telegram “Muslimah Negarawan”
-Kelas offline

6. Metode Pembelajaran

-Thinking introvert (Ti) : menalar  bacaan untuk mendapatkan logika dan isi intisarinya
-Mengikuti kuliah online di grup dan channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Mengikuti kuliah offline di halqah
-Mengaplikasikan dalam beberapa tahap
-Evaluasi


1. Kemampuan akhir yang diharapkan dari kajian tsaqofah peradaban Islam, memahami dn menguasai tsaqofah peradaban Islam berikut hukum syariat Islam kaffah dalam segala aspek kehidupan serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan.

2. Mentor

Najmah Saidah
Fika Monika Komara

3. Bahan Kajian

Buku wajib halqah “Tsaqofah Peradaban Islam” (13 kitab)

4. Waktu Pelaksanaan

Sekarang - sepanjang hayat
5. Tempat Belajar

-Rumah
-Kelas online : channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Kelas online : grup telegram “Muslimah Negarawan”
-Kelas offline : halqah

6. Metode Pembelajaran

-Thinking Introvert (Ti) : Menalar  bacaan untuk mendapatkan logika dan isi intisarinya dengan talqiyan fiqriyan
-Mengikuti kuliah online di grup dan channel telegram “Muslimah Negarawan”
-Mengikuti kuliah offline di halqah
-Mengaplikasikan dalam beberapa tahap
-Evaluasi



Bumi Salamodin
Ahad, 20 November 2016

#NHW5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHALLENGE #14, LEVEL 3, MENATA TAMAN DEPAN RUMAH

Family project hari ini adalah MENATA TAMAN DEPAN RUMAH. Aktivitas ini sudah berjalan dua hari. Hobby saya berkebun dimulai sejak lima bulan lalu tatkala pembangunan rumah baru kami selesai dilaksanakan. Halaman depan rumah hanya dihuni pohon mangga yang sudah ada sejak rumah belum dibangun. Kondisi ini menyisakan ruang kosong di depan rumah kami. Beberapa bulan lalu saya mencoba menanam beberapa tanaman hias di dalam pot. Selanjutnya saya menata pot-pot ini di bawah pohon mangga di halaman depan rumah kami. Selain itu bapak saya menanam pohon kersen depan rumah dimaksudkan untuk meneduhkan halaman depan rumah dengan dedaunannya yang rimbun ketika pohon itu besar nanti. Rencananya pohon mangga yang sudah sangat besar di halaman depan rumah akan ditebang karena akarnya yang sangat dekat teras depan rumah dikhawatirkan akan menjalar dan merusak pondasi bangunan rumah dari bawah tanah. Dalam waktu lima bulan, pohon kersen itu tumbuh subur dan membesar. Saya pun menanam pohon pinus dan dua...

CHALLENGE #1; LEVEL #2; MELATIH KEMANDIRIAN ANAK MELALUI KEGIATAN SEDERHANA

Mengajarkan sikap mandiri pada keempat putra dan putri saya dengan keistimewaannya masing-masing adalah suatu tantangan tersendiri bagi saya. Hal ini membutuhkan sebuah proses yang tidak instan, teknik yang berkualitas, serta kesabaran dalam menjalaninya.  Dalam hal melatih kemandirian pada anak ini, saya berpegang pada prinsip membiasakan anak melakukan kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat sederhana. Harapannya, anak akan melakukan kegiatannya ini dengan penuh kesadaran, keridhoan, dan tanpa merasa terbebani. Dari tindakan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemandirian pada anak. Di samping itu, dalam melatih kemandirian pada anak ini, orang tua harus memiliki peran dan contoh yang baik bagi anak, mengingat anak -khususnya pada usia dini- akan mudah meniru apa saja yang dilihat dan didengarnya. Pada hari pertama melatih kemandirian pada anak ini, saya menargetkan untuk memulainya dari putra pertama dan putra kedua. Sehari sebelum saya mulai melatih kemandirian kedua ...

ALIRAN RASA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK

Ada api semangat yang menyala memenuhi relung jiwa dan benakku saat mendapat tantangan family project di kelas Bunda Sayang Ibu Profesional ini. Sebuah tantangan yang istimewa bagiku karena di sinilah diri ini menemukan kembali arti peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya. Sebuah peran yang sekian lama seakan tenggelam di antara puing-puing harapanku yang terserak. Sebuah rasa keterpurukan yang kerap hadir dan menghantui hari-hariku saat begitu banyak waktu berkualitas yang hilang selama 9 tahun membesarkan keempat putra-putriku. Berawal dari kesibukanku menangani sektor publik yang seringkali memalingkan perhatian dan konsentrasiku dalam mengurus, mengasuh dan mendidik putra-putriku. Berlanjut adanya keterpisahan fisik dengan kedua putraku saat keduanya menjalani boarding school di Bekasi. Ditambah sakit yang pernah menghantarkanku terbaring 9 bulan lamanya plus tiga tahun lebih masa recovery pasca sakit, membuatku tidak mampu optimal mengurus keemp...