Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Mengapa? Karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.
Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu: "RUTINITAS". Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita "merasa sibuk" sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.
Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu: "RUTINITAS". Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita "merasa sibuk" sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.
Maka dalam tahap belajar menjadi manajer keluarga yang handal ini, saya mengikuti tahapan-tahapan berikut :
1. Menuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting.
3 Aktivitas saya yang paling penting:
1) Pendidikan dan pengasuhan anak-anak (2 putra dan 2 putri).
2) Belajar dan up grade diri.
3) Dakwah membangun peradaban Islam mulia.
3 Aktivitas saya yang paling tidak penting:
1) Penggunaan gadget yang melebihi batasan waktu yang telah ditetapkan.
2) Menonton TV.
3) Istirahat berlebihan.
2. Melist waktu saya selama ini habis untuk kegiatan yang mana.
Selama ini waktu saya lebih banyak habis untuk kegiatan :
1) Mengurus pekerjaan rumah tangga
2) Mengurus keperluan 4 anak-anak
3) Terkadang berlebihan dalam penggunaan gadget meskipun untuk kegiatan seperti mutaba'ah berita politik via media sosial, berita online, facebook-an.
3. Menjadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup saya.
Sebagai rujukan, menengok nice homework #4 dan #5 agar selaras.
3 aktivitas penting saya untuk menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup saya :
(1) Visi keilmuan (tsaqofah) = belajar dan up grade diri.
(2) Visi pergerakan = dakwah membangun peradaban Islam mulia via kontak langsung/HU/media sosial.
(3) Visi pendidik generasi = mengasuh, mendidik dan membina anak-anak sebagai generasi penakluk.
4. Mengumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, lalu memberikan “kandang waktu”, dan mematuhi cut off time (misal saya sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka saya harus mematuhi waktu tersebut).
Jadwal aktivitas rutin saya :
(1) Visi keilmuan (tsaqofah) = belajar dan up grade diri = jam 01.00-03.00 WIB.
(2) Visi pergerakan = dakwah membangun peradaban Islam mulia via kontak langsung/HU/media sosial = Senin dan Jumat jam 08.00-10.00 WIB, 15.00-17.30 WIB.
(3) Visi pendidik generasi = mengasuh, mendidik dan membina anak-anak sebagai generasi penakluk = jam 08.00-10.00 WIB, 15.00-17.30 WIB, 20.00-22.00 WIB.
(4) Manajemen pengaturan rumah (beres-beres dan bersih-bersih rumah serta pekerjaan rumah tangga lainnya) = jam 04.30-08.00 WIB, 10.00-12.00 WIB.
Note: Hari Sabtu dan Ahad fleksibel menyesuaikan dengan agenda keluarga ataupun dakwah yang bersifat insidental.
5. Jangan mengijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian saya.
6. Setelah tahap di atas selesai saya tentukan, saya membuat jadwal harian yang paling mudah saya kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
Jadwal harian 24 jam saya :
03.00-04.30 : Tahajud, shalat shubuh, membaca Al Qur'an dan
04.30-07.15 : Bersih-bersih rumah (cuci piring, cuci baju, menyiapkan sarapan, menyiapkan anak-anak berangkat sekolah dan mengantar anak-anak ke sekolah (jika tidak ada suami).
07.15-08.00 : Istirahat, sarapan, bersih diri, shalat dhuha, membaca al ma'tsurat shughra.
08.00-10.00 : Mengisi HP, HU (Selasa, Jumat), HE putra kedua di rumah (Senin, Rabu, Kamis, Sabtu).
10.00-12.00 : Menjemput putri keempat pulang dari sekolah, menjemur dan mengangkat pakaian, melipat pakaian.
12.00-15.00 : Istirahat, shalat dhuhur, menyiapkan makan siang, mutaba'ah berita, menjemput putri ketiga pulang dari sekolah.
15.00-17.30 : Shalat ashar, mengisi kajian/kunjungan shilaturahim, pembinaan anak-anak, membantu anak-anak membersihkan diri sore hari, menyiapkan makan malam.
17.30-20.00 : Bersih diri, shalat maghrib, membaca Al Qur'an, shalat isya, muroja'ah, makan malam.
20.00-22.00 : Membantu anak-anak mengerjakan PR, mengecek peralatan dan keperluan sekolah anak untuk esok hari.
22.00-01.00 : Istirahat malam.
01.00-03.00. : Up grade diri, belajar, mutaba'ah berita.
Note: Hari Jumat pk 14.00-16.00 mengisi HP, Sabtu dan Ahad fleksibel menyesuaikan dengan agenda keluarga ataupun dakwah yang bersifat insidental.
7. Mengamati selama satu minggu pertama, apakah semua rencana di atas terlaksana dengan baik atau tidak. Kalau tidak, segera merevisinya. Kalau baik, melanjutkan sampai dengan 3 bulan.
Bumi Salamodin
Ahad, 27 November 2016
#NHW6
Komentar
Posting Komentar